Ciri-Ciri Puisi [Secara Umum, Lama dan Baru]

Ciri-Ciri Puisi – Puisi sendiri ialah karya sastra yang sudah ada sejak lama, bahkan sejak jaman Yunani kuno. Puisi berasal dari bahasa Yunani yaitu poesis yang berarti membangun, membuat, membentuk atau menciptakan.

Puisi adalah karya sastra yang terikat oleh aturan, seperti ragam, rima, larik bait dan matra. Puisi biasanya berisi mengenai keadaan hati seseorang, semisal bahagia, sedih, kecewa dan lain sebagainya.

Di dalam artikel ini kami akan membahas ciri-ciri puisi secara lengkap dengan unsur pembangunnya. Tentu harapannya agar sahabat sekalian memahaminya. Silahkan disimak mengenai artikel ciri-ciri puiisi ini.

Berikut Ciri-Ciri Puisi yang Harus Kamu Ketahui

puisi
gambar via kompasiana.com

Sebuah karya sastra dapat dikatakan puisi apabila memmiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Pengarangnya tidak diketahui (puisi lama)
  • Pengarangnya diketahui (puisi baru)
  • Memiliki keterikatan jumlah baris, rima dan irama (puisi lama)
  • Tidak memiliki keterikatan jumlah baris, rima dan irama (puisi baru)
  • Dikembangkan hanya dengan lisan saja (puisi lama)
  • Satra yang dikembangkan melalui lisan dan tulisan (puisi baru)
  • Memiliki gaya bahasa yang tetap dan klise (puisi lama)
  • Memiliki gaya bahasa yang lebih dinamis (puisi baru)
  • Berisi mengenai fantastis (puisi lama)
  • Berisi tentang kehidupan (puisi baru)

Nah itu setidaknya beberapa ciri dari puisi yang harus diketahui. Puisi lama dan baru memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Bahkan bisa dibilang saling bertolak belakang.

Unsur-Unsur Pembangun Puisi

Sederhananya sebuah puisi terbentuk dari beberapa unsur seperti kata, larik, bait bunyi serta makna. Ke-limanya saling berkaitan dan mempengaruhi keutuhan dari sebuah puisi.

Berikut penjelasan dari unsur puisi secara singkat.

  1. Kata adalah sebuah unsur yang paling utama dari pembentukan puisi, pemilihan kata atau diksi akan sangat mempengaruhi sebuah puisi. Dari kata-kata yang dibentuk tersebut akan tercipta sebuah larik.
  2. Larik atau baris memiliki makna yang berbeda dengan sebuah prosa. Dalam sebuah puisi larik dapat berarti satu kata, bisa prasa atau kalimat saja. Puisi lama memiliki perbedaan dengan puisi baru menegenai jumlah larik. Biasanya sebuah puisi lama hanya memiliki bait empat buah. Sedangkan untuk puisi baru tidak ada batasan.
  3. Bait adalah kumpulan larik yang tersusun rapih (harmonis) serta memiliki kesatuan makna. Bait sama halnya dengan larik, untuk puisi lama bisanya terdiri dari empat bait saja. Sedangkan untuk puisi baru tidak ada batasan sama sekali.
  4. Bunyi adalah hasil dari rima dan irama, sebuah puisi akan mustahil memiliki bunyi apabila tidak ada rima dan irama sama sekali. Rima sendiri adalah bunyi yang ditimbulkan oleh kumpulan kata dan larik. Sedangkan irama adalah tinggi rendahnya ucapan bunyi. Sebuah rima dapat tinggit, rendah, pendek, panjang, keras atau lembut.
  5. Makna ataua arti adalah sebuah tujuan dari pemilihan kata. larik dan bait. Medkipun tidak tampak, sebuah makna akan sangat berpengaruh terhadap puisi itu sendiri. Dari makna inilah pesan sebuah puisi disampaikan.

Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi atau hakikat puisi adalah sebagai berikut.

  1. Tema atau makna, dalam kata lain sering disebut juga sebagai sense ialah unsur yang terdapat dalam sebuah puisi. Setiap puisi hendaknya memiliki makna, dengan makna tersebutlah puisi menjadi lebih bernyawa dibandingkan dengan tulisan lainnya.
  2. Rasa atau feeling ialah perasaan penyair dan sikapnya terhadap permasalahan yang terdapat dalam puisi yang dibuatnya. Pengungkapan tema akan sangat erat kaitanntannya dengan latar belakang dan kehidupan sosial dari seorang penyair.
  3. Nada atau tone adalah suatu cara sikap penyair terhadap pembacaannya. Nada sendiri memiiliki keterkaitan yang sangat erat terhadap tema dan rasa. Penyair dapat memberikan berbagai macam nada, seperti mendikte, menggurui dan lain sebagainya.
  4. Amanat, tujuan atau maksud dari puisi ialah sebuah motif yang mendorong seorang penyair menulis puisi. Amanat atau tujuan tersebut dibawa jauh-jauh sebelum puisi tersebut dibuat.

Struktur Fisik Puisi

ilustrasi pembacaan puisi

Struktur fisik puisi atau yang sering disebut sebgai metode puisi ialah sarana penyair untuk mengungkapkan makna dari puisi. Berikut struktur fisik puisi.

  1. Pewajahan puisi (typografi) adalah sebuah bentuk dari puisi yang menyerupai halaman akan tetapi tidak dipenuhi dengan kata-kata. Jika diartikan secara umum, typografi adalah sesutu apapun dalam puisi yang berhungan dengan tulis menulis.
  2. Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair, sebab seperti yang telah kita ketahui bersama puisi menggunakan kata-kata yang indah. Pemilihan kata dalam sebuah puisi sangat erat kaitannya dengan makna, bunyi serta makna.
  3. Imaji adalah susunan kata yang dapat memberikan dan mengungkapkan pngalaman indrawi, semisal pengalaman, pendengaran serta perasaan. Imaji terdiri dari beberapa jenis, imaji suara, penglihatan dan raba.Tentu dengan adanya imaji dalam sebuah puisi, seorang pembaca seolah-olah dapat merasakan, melihat dan meraba.
  4. Bahasa Figuratif adalah bahasa yang dapat menimbulkan atau menciptakan konotasi tertentu. Sehingga dengan adanya bahasa figuratif ini menjadi kaya akan makna. Bahasa figuratif ini lebih kita kenal dengan istilah majas.
  5. Versifikasi sangat berkaitan erat dengan rima, ritma serta metrum. Rima sendiri merupakan persamaan bunyi pada puisi, baik di awal puisi, tengah atau bahkan diakhir.

Contoh Puisi

gambar via hidupsimpel.com

Sebagai pelengkap dari dari ciri-ciri puisi, berikut merupakan contoh puisi cinta yang dapat kalian nikmati dan pelajari.

RINDU DALAM DIAM
~Ruhama, 2015~


Dihari ini…
Tak ada kata-kata indah yang bisa kurangkai
Atau pun hal istimewa yang mampuku urai
Hanya air mata sebagai saksi ceritaku
Hidupku serasa hampa
Setiap hari hanya berteman dengan rinai hujan
Hanya berteman dengan gemuruh rindu
Tanpa ada yang tahu semua ini
Tuhan… Kau yang tahu isi hatiku
Berikan jalan terbaik untukku
Aku sangat-sangat dirundung pilu
Rindu yang hanya dalam diam
Entah pada siapa rindu ini tertuju
Hanya air mata sebagai saksi ceritaku
Rindu dalam diam…
Apa makna semua itu?
Gejolak qalbu terus berteriak
Gemuruh jiwa membakar semangatku
Rindu ini… Terus memberontak
Entah pada siapa rindu ini tertuju
Rindu dalam diam
Hanya DIA yang tahu

Apa yang dapat kalian pahami mengenai contoh puisi diatas?

Sebuah puisi dengan judul rindu dalam diam ialah puisi yang menggambarkan hati penulis, dimana kondisi penulis saat membuat puisi tersebut sedang merasakan yang namanya rindu.

Rindu sendiri ialah sebuah perasaan yang datak begitu saja, tiba-tiba menyeruak di dalam dada sama halnya dengan cinta.

Saya yakin kalian semua pernah merasakan perasaan ini, baik rindu kepada keluarga, orang tua atau bahkan rindu kepada kekasih.

Perbedaan Puisi dan Syair

gamabar via thegorbasla.com

Secara sederhananya, syair dapat dikatakan nenek moyang dari puisi. Artinya baik puisi baru maupun puisi lama asal muasalnya dari syair. Agar kalian paham mengenai syair, bisa dibaca artikel sebelumnya mengenai syair romantis.

Dikutip dari best tutorial, Mengenai perbedaan puisi yang sangat mencolok antara puisi dan syair, akan tetapi keduanya merupakan karya seni atau karya sastra yang indah. barangkali hal tersebut telah diakui oleh banyak orang dimuka bumi ini.

Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri puisi yang dapat kami berikan, semoga artikel ini dapat memberikan wawasan terhadap kalian. Jangan lupa untuk senantisa merawat dan menjaga budaya yang telah ada, termasuk soal puisi dan syair. Beberapa cara yang dapat kita laukan adalah dengan membacanya dan memaknai sepenuh hati.

Leave a Comment

%d bloggers like this: