Ke Curug Putri Bersama Teman SD

Assalamu’alaikum,
Sebelelumnya saya telah menceritakan pengalaman baru di pesantren sintesa tentang keseruan bermain bola volley. Kali ini akan balik lagi ke pengalaman saya dimasa lalu.

Sebenernya tak lama banget, hanya pengalaman 1 tahun lalu. Banyak Point-point penting yang nantinya akan dapat kalian ambil dari pengalaman saya kali ini.
Penasaran?. Simak ceritanya berikut ini.

Mengingat Masa Kecil

muhammadjavad

Awal cerita, saya mempunyai banyak teman SD yang hingga saat ini masih berkomunikasi dengan baik meskipun hanya di grup whatsapp.

Saat dulu kami sering bermain bersama. Ketika pulang sekolah kami sering berkumpul di rumah teman untuk bermain atau membuat suatu permainan. Kala itu lagi maraknya permainan tradisionan senapan bambu yang pelurunya itu dari daun kersen.

Permainan senapan bambu tersebut biasa kami buat menggunakan bambu jenis bambu apus. Karena bambu apus menurut kami itu bentuknya lurus-lurus, lubang bambunya sangat tepat, dan tahan pecah.

Ukuran bambu yang sering dipakai permainan senapan berukuran panjang 27-35 cm.

Terkadang kami mencari bahan senapan bambu sampai ke hutan. Tak jarang juga kami sering kena pecahan kaca yang masyarakat buang dipinggiran bambu.

Bambu yang kami dapatkan selanjutnya dibersihkan dari bulu-bulu halus dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan.

Saat memotong bambu, sebisa mungkin kami menggukan pisau yang tajam sehingga kulit bambu tidak pecah. Jika pecah, maka akan mempengaruhi suara senapan.

Permainan Senapan Bambu

https://www.kata.co.id

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat senapan bambu. Diantaranya adalah bambu harus bersih dari bulu, kulit bambu tidak pecah, umur bambu tidak terlalu muda, dan pegas pendorong kuat.

Pegas senapan kami buat dengan bambu yang umurnya sudah matang. Ujung pegas pendorong senapan dibikit serabut dengan cara ujungnya dipukul-pukul dengan batu. Pastikan ketinggian pegas pendorong lebih rendal 0,5 cm dibandingkan dengan selongsongnya.

Setelah senapan bambu selesai kami buat. Biasanya kami melakukan percobaan dengan umpan senapan kersen.
Dooor, suara senapan yang kami buat lumayan keras juga dan kamipun mencoba dengan umpan yang setinggat lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya.

Kami mencobanya dengan umpan tumbuhan bangka. Umpan ini mempnyai efek panas jika terkena tubuh. Hati-hati anak kecil tidak boleh coba-coba.

Perawatan senapan bambu sangatlah mudah yaitu hanya dengan merendamnya didalam air.

Kami biasa memainkan senapan tersebut dalam bentuk perang-perangan. Selayaknya seperti para tentara. Kami sampai menyamar, jebur ke air, mengumpat.

Ya seperti itulah salah satu kenangan masa lalu saya saat bersama teman-teman SD.

Reuni Pertama

http://manado.tribunnews.com

Tak berasa perlahan-lahan waktu memisahkan kami dengan dengan jarak, umur, kesibukan masing-masing. Akhirnya 2 tahun lalu kami melakukan reuni disalah satu rumah teman kami. Hasil dari reuni tersebut dibuatlah grup whatsapp untuk menjaga tali silaturahmi diantara kami.

Dalam reuni tersebut juga kami mempunyai keinginan bersama untuk lebaran tahun akan mengadakan liburan ke salah satu curug di kuningan.

Beberapa hari susai reuni tersebut Kembalilah kami dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang merantau keluar kota, bekerja di dalam kota, ada yang melanjutkan pendidikan, dan ada pula yang bewirausaha.

Panitia Kecil

http://aboutyourtransition.com.au

Waktu begitu sangat cepat. Sehingga waktu 1 tahun telah berlalu dan sudah memasuki masa-masa liburan hari raya idul fitri.

Pada hari raya idul fitri banyak teman-teman kami yang ijin cuti pulang kampung untuk merayakan idul fitri bersama keluarga.

Satu hari seusai lebaran, saya didatangi teman-teman SD. Teman-teman datang untuk bersilaturahmi dan meneruskan obrolan yang pernah direncanakan pada reuni tahun lalu. Kamipun membuat agenda secara mendadak.
Terbentuklah panitia kecil untuk tadabur alam ke curug putri kuningan.

Kami membagi tugas, ada yang bagian untuk mengumpulkan iuran uang, dan ada yang mengkordinasikan transportasi.

Dua hari setelahnya panitia kecil kami kordinasi internal lagi untuk menyampaikan laporan dari masing-masing tugas yang dikerjakan.

Bagian transportasi melaporkan bahwa sudah siap. Kami akan berangkat dengan menggunakan 2 angkot dengan biaya masing-masing angkot 300rb. Untuk anggaran sendiri sudah ada sebagian yang terkumpul. Dan sebagian laginya akan dibayar pada saat keberangkatan.

Curug Putri

 

Sekarang kami hanya tinggal menentukan jadwal keberangkata. Pada waktu pula telah ditentukan bahwa H+5 akan berangkat untuk berlibur bersa ke curug putri. Kami harus sudah kumpul dilapangan SD sebelum jam 09.00 WIB.

Waktu normal yang dibutuhkan dalam perjalanan dari SD kami sampai curung putri ialah sekitar satu setengah jam.
Hari yang di nanti-nantipun dateng. Kami ke curug tidak begitu bawa banyak persediaan. Hanya saja kami membawa pakaian ganti. Karena disana pasti akan basa-basahan.

Kedua mobil angkot mulai beranjak jauh dari SD. Paniti kecil terbagi menjadi 2, ada yang diangkot pertama dan kedua. Dikarenakan akan memudahkan kordinasi.

Selang waktu 30 menit kami memasuki jalur provinsi. Dan ternyata tidak kami duga sangat macet sekali. Mungkin banyak orang yang berlibur dan masih ada orang yang baru mudik. Perjalanan ini akan memakan banyak waktu.

Saking macetnya dipertengahan jalan teman kami sampai ada yang kebetel pipis. Akhirnya kedua mobil minggir ke indomaret. Kami semua turun ada yang numpang ke WC, ada yang beli cemilan, dan juga ada yang hanya sekedar lesehan di teras indomaret.

Perjalanan yang kami lakukan dari SD sampai curug putri menjadi memakan waktu 2 jam setengah. Sampai disana hampir memasuki waktu dhuhur.

Setelah memasuki kawasan wisata curug putri kami bersiap-siap untuk melaksanakan sholat dhuhur dimusholah yang ada didalam area wisata. Dan sambil istiraht menghilangkan rasa capek selama perjalanan.

Bersenang-senang

Setelah dirasakan tidak merasa capek. Kami mulai start untuk bersenang-senang bermain air. Cuaca yang cerah dan jernihnya air membuat kami betah berlama-lama diair sambil foto-foto.

Kurang lebih selama 2 jam kami bermain air kamipun istirahat sambil makan. Pada saat ngumpul makan ada beberapa temen yang berupanya untuk menghidupkan suasana agar ramai. Ada yang berkomedi dan ada juga yang kocak-kocakan.

Kami mengelilingi sekitaran curug putri. Didalam curug putri terdapat area outbone baik untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa, ada bumi perkemahan yang disekitarnya dikelilingi oleh hutan pinus, area pentas seni yang biasa dijadikan sebagai pestas panggung anak muda.

Dari satu area ke area lain kami kelingi dan berfoto-foto. Ya selagi teman-teman kumpul. Jadi memang moment ini momen yang langkah bagi kami.

Kami menyusuri hutan pinus, menaiki bukit. Sampai-sampai tak terasa waktu menunjukan jam 4. Bel informasi kunjungan akan segera ditutup telah dibunyikan. Shingga kami harus menghentikan petualangan kami di curug putri.

Sebelum pulang kami sempatkan untuk shalat ashar terlebih dahulu. Waktu perjalanan pulang malah lebih macet dibandingkan dengan pemberangkatan.

Perjalanan pulang kami tempuh selama 4 jam. Didalam angkot kami pada tertidur mungkin karena kecapean terlalu bersemangat menikmati liburan. Dipertengahan perjalanan biasa kami melakukan istirahat di depan indomaret hanya sekedar menghirup udara segar atau yang mau ke WC.

Sesampainya dirumah badan baru terasa sangat capek semua. Tapi seimbang dengan apa yang kami dapat.

Seperti itulah pengalam saya ketika bersama teman masa kecil.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: