Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik – Anda Wajib Tahu !

Jenis Limbah anorganik   adalah salah satu jenis limbah yang didasarkan senyawanya yang dalam hal ini tidak dapat diuraikan lagi oleh bakteri atau decomposer. Limbah anorganik ini berasal dari limbah non hayati, atau berasal dari limbah-limbah hasil produk sinterik dan hasil pengolahan dari pabrik atau sumber daya alam yang tidak dapat diuraikan kembali oleh alam.

Contoh limbah anorganik antara lain ada plastik makanan, minuman, kaleng bekas, dan masih banyak limbah-limbah an-organik lainnya. Limbah an-organik memiliki dua jenis, yaitu limbah an-organik lunak, dan limbah an-organik keras. Karena itu, kami akan mengulas dengan lengkap pengertian dan jenis-jenis limbah an-organik.

Limbah an-organik lunak merupakan salah satu jenis limbah anorganik yang dapat dengan mudah untuk didaur ulang. Karena limbah an-organik jenis ini terdiri atas kandungan dari bahan yang lentur dan mudah untuk dibentuk serta dapat diolah secara sederhana.

Limbah anorganik lunak sendiri dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dalam bentuk apapun sesuai kreatifitas dari pembuatnya. Contohnya jika ada limbah plastik, para pengrajin akan memanfaatkan limbah tersebut untuk didaur ulang menjadi kerajinan dari barang bekas plastik, maupun sedotan seperti lampu tidur, celengan, dan pot bunga.

Selanjutnya untuk jenis limbah anorganik yang kedua adalah limbah an-organik keras. Limbah an-organik ini merupakan limbah yang tidak dapat atau sulit untuk dilakukan daur ulang, karena limbah an-organik jenis ini pada dasarnya terdiri atas kandungan yang berbahan kuat serta tidak mudah untuk dihancurkan.

Simak secara lengkap mengenai pengertian dan jenis-jenis limbah anorganik yang perlu anda ketahui.

Pengertian Dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik

pengertian limbah anorganik
monitor.al

Berikut ini akan saya uraikan beberapa contoh jenis limbah anorganik beserta dengan pengertiannya secara lengkap.

Terdapat dua jenis limbah an-organik, yaitu limbah an-organik lunak dan limbah an-organik keras. Berikut akan kami ulas mengenai contoh limbah an-organik lunak dan limbah anorganik keras.

1. Limbah Anorganik Lunak Dari Limbah Plastik

limbah lunak plastik
posta.com.mx

Contoh pertama dari limbah anorganik lunak adalah limbah yang berasal dari plastik. Limbah plastik dapat kita manfaatkan dengan cara mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai.

Para pengrajin yang memiliki kreatifitas tinggi banyak memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang atau bahkan sekedar menjadi koleksi semata.

Penangan limbah anorganik harus dilakukan dengan serius karena limbah tersebut memiliki sifat yang susah terurai. Limbah plastik merupakan salah satu limbah yang butuh bertahun-tahun dapat terurai oleh alam, dan tidak dapat diurai oleh bakteri.

Jika limbah plastik dibiarkan begitu saja, maka akan menyumbat saluran air yang akan menghambat jalannya air menuju muaranya, dengan terhambatnya air maka akan mengakibatkan banjir yang melanda di pemukiman yang tersumbat saluran airnya.

Maka dari itu, jangan pernah menganggap sepele limbah plastik karena sampah plastik Indonesia sangatlah banyak jumlahnya. Akan tetapi oleh beberapa tangan kreatif, limbah plastik seperti sedotan di sulap menjadi kerajinan tangan dari sedotan.

2. Limbah Anorganik Lunak Dari Kemasan Minuman dan Makanan

Limbah makanan dan minuman
sistem-pertanian-terpadu.blogspot.com

Contoh yang kedua dari limbah anorganik lunak yaitu limbah dari kemasan minuman dan makanan. Pada dasarnya kedua kemasan limbah ini berasal dari plastik, tapi ada juga kemasan yang berasal dari karton.

Baik keduanya, limbah jenis ini juga dapat kita manfaatkan dengan cara di olah kembali sedemikian rupa hingga menghasilkan karya kerajinan yang dapat dijadikan koleksi rumah tangga maupun dijual dan menghasilkan keuntungan.

Limbah jenis kemasan minuman dan makanan ini dapat kita jumpai di area yang banyak pedagang berjualan, baik pedagang asongan yang membawa dagangannya keliling sekitar, maupun pedagang yang sudah menggunakan gerobak untuk memamerkan dagangannya.

Di dalam tempat-tempat umum tersebut terdapat tong sampah organik dan non organik yang dapat dikelompokkan jenis sampah yang akan mereka buang ke dalam tong sampah tersebut.

Namun, masih banyak orang-orang yang tidak mempedulikan, dengan sembarang mereka membuang sampah yang tidak sesuai.

3. Limbah Anorganik Lunak Dari Limbah Kain Perca

Limbah lunak kain percah
sampahmanfaat.blogspot.com

Contoh ketiga dari limbah anorganik lunak yaitu limbah yang berasal dari kain perca atau kain bekas dan kain sisa yang sudah tidak lagi digunakan.

Proses pengolahan bahan limbah anorganik untuk kerajinan untuk kain perca sendiri dapat dimanfaatkan untuk beberapa kerajinan seperti membuat boneka, keset, hingga pakaian yang bahan dasarnya menggunakan kain perca, serta barang-barang lain yang menggunakan bahan lembut untuk menghasilkannya.

Sama seperti kedua limbah plastik di atas, limbah kain perca ini juga dapat dihasilkan untuk memperoleh keuntungan oleh para pengrajin.

Limbah kain perca dapat kita jumpai di rumah-rumah penghasil kain, atau biasanya ibu rumah tangga yang memiliki kreatifitas dengan menjahit di rumahnya, maka akan ditemukan sisa-sisa kain yang sudah tidak lagi terpakai.

Jika sisa-sisa kain tersebut dikumpulkan dan disimpan, maka akan memakan tempat, dan jika dibuang akan terbuang secara sia-sia. Maka dari itu, mulai sekarang manfaatkan kain perca untuk diolah kembali menjadi hasil yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

4. Limbah Anorganik Keras Dari Limbah Kaleng

contoh limbah anorganik kaleng
pixabay.com

Untuk jenis limbah yang kedua yaitu ada limbah anorganik keras. Pada contoh limbah anorganik keras ini yang pertama kami bahas adalah limbah yang berasal dari kaleng. Limbah jenis ini termasuk ke dalam limbah yang sangat sulit terurai baik oleh bakteri maupun terurai dengan sendirinya karena faktor alam.

Kaleng merupakan limbah kuat, karena terbuat dari lembaran baja yang dibalut dengan timah, serta kaleng terbuat dari logam yang banyak digunakan untuk mengemas makanan dan minuman.

Mengingat bahwa kaleng merupakan jenis limbah yang tidak mudah untuk terurai, dan jika dibiarkan maka akan mengganggu kelestarian lingkungan.

Maka dari itu, manfaatkanlah kaleng bekas ini menjadi sesuatu yang telah diolah ulang menjadi barang yang berguna, misalnya menjadikan kaleng menjadi asbak rokok, saringan penggorengan, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini banyak pemulung yang mencari kaleng bekas untuk dikumpulkan, dan dijual kembali kepada pengrajin atau kepada pabrik yang memanfaatkan kaleng bekas untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna.

5. Limbah Anorganik Keras Dari Limbah Kaca

limbah kaca
thumbs.dreamstime.com

Contoh limbah anorganik keras yang kedua yaitu limbah dengan bahan dasar dari kaca. Limbah ini menjadi salah satu sampah di Indonesia yang banyak akan kehadirannya. Limbah kaca adalah limbah yang berasal dari sisa-sisa produk yang berbahan dasar kaca, seperti kaca botol, kaca rumah, kaca lampu, dan contoh lain yang berbahan dasar kaca.

Limbah dari kaca dapat kita jumpai di berbagai macam restoran, rumah makan, minimarket, dan tempat-tempat umum lainnya.

Limbah kaca ini dapat kita manfaatkan dengan cara didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna. Salah satunya adalah kerajinan gelas dari bahan pecahan kaca. Dengan segala bantuan alat dan bahan, pengrajin dapat menyulap limbah kaca menjadi kerajinan yang mewah dan memiliki harga jual yang tinggi.

Demikian artikel mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik. Perlu adanya pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat kepada limbah-limbah yang tidak mudah terurai seperti contoh di atas.

Maka perlu dilakukan beberapa tahapan pengolahan limbah anorganik yaitu penerimaan, pemilahan, pencacahan, pencucian, pengeringan, daur ulang, pengemasan, penyimpanan. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Comment

%d bloggers like this: