Pengertian, Penanganan, Jenis-Jenis Limbah Organik dan Non Organik

Limbah organik – Hai sahabat oddav, pertemuan kali ini saya akan sharing mengenai berbagai macam contoh dan jenis-jenis limbah organik. Sering kita temukan ketika kita berada di sebuah pasar sayur, banyak sekali sisa-sisa sayur busuk dari hasil sortiran penjualan.

Sayur tersebut merupakan suatu benda organik yang sifatnya mudah busuk dan terurai. Jadi apabila ada sayur yang busuk dan sisa-sisa yang terbuang itu termasuk dari sampah atau limbah organik.

Pengertian Limbah Organik 

Pengertian Limbah Organik
asvis.it

Limbah organik merupakan salah satu limbah yang dikategorikan berdasarkan senyawanya dengan pengertiannya yaitu limbah yang berasal dari makhluk hidup maupun alam dan dapat diuraikan kembali oleh bakteri atau dekomposer dan juga oleh alam itu sendiri.

Contoh sampah organik berasal dari sisa-sisa aktifitas dari manusia, hewan dan tumbuhan, seperti tinja, daun-daun, cangkang telur, kulit pohon, sisa-sisa buah dan sayuran, tulang hewan, kertas, ranting pohon, biji-bijian, dan lain-lain.

Limbah tersebut dapat dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk dijadikan suatu kerajinan dari barang bekas. Meraka biasa memanfaatkan dengan cara pengeringan. Limbah or-ganik memiliki dua jenis yaitu limbah or-ganik basah, dan limbah or-ganik kering.

Mengenai contoh dan jenis-jenis limbah organik akan diulas lengkap pada artikel Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Or-ganik.

Seperti yang kita ketahui bahwa masalah terbesar dari Indonesia adalah permasalahan mengenai limbah atau biasa kita sebut sebagai sampah yang membuat risau masyarakat dan membuat lingkungan menjadi kotor dan tidak sehat.

Ada sampah yang tidak dapat diuraikan oleh lingkungan atau sampah organik, dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh lingkungan atau sampah anorganik.

Sampah atau Limbah Organik

limbah daun organik
rumahmesin.com

Sampah organik ini dapat mengalami pelapukan dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil lagi serta tidak berbau, bahan kecil ini biasa kita sebut sebagai kompos yang biasanya berasal dari pelapukan bahan-bahan organik seperti dedaunan, jerami, alang-alang, rumput, dan lain-lain.

Kompos atau biasa disebut sebagai pupuk kandang ini hadir sebagai bentuk pemanfaatan yang dapat dilakukan oleh manusia melalui sumber limbah dari kotoran manusia dan hewan. Pupuk kompos ini dapat dengan mudah dibuat dan memiliki banyak manfaat yang dihasilkan.

Diantara manfaatnya yaitu dapat bermanfaat bagi tanah, dan bermanfaat bagi tumbuhan, serta masih banyak lagi manfaat yang dapat dihasilkan dari pengolahan pupuk kompos dengan baik ini.

Selain itu, Limbah organik dapat dijadikan sebagai kerajinan tangan, seperti kerajinan dari kardus, kertas koran, dan lain sebagainya

Struktur tanah dapat diperbaiki dengan kehadiran kompos, dan juga dapat meningkatan unsur hara pada tanah yang dapat diambil oleh tanaman untuk menjadikannya menjadi lebih subur.

Pelapukan bahan-bahan organik dapat dipercepat prosesnya dengan bantuan dari manusia. Sampah-sampah organik biasa kita temui di pemukiman-pemukiman pada umumnya, untuk jumlah limbah yang dihasilkan dari pemukiman tersebut sebagian besar adalah limbah organik. Lalu sisanya merupakan limbah anorganik.

Baik limbah organik maupun limbah anorganik dapat kita manfaatkan untuk dikelola ulang menjadi sesuatu yang dapat berguna bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Dengan mengelola ulang, kita berarti sudah meminimalisir sampah yang ada di sekeliling kita. Baca selengkapnya mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Organik yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Limbah Non Organik

pengertian limbah anorganik monitor.al

Limbah anorganik  adalah salah satu jenis limbah yang didasarkan senyawanya yang dalam hal ini tidak dapat diuraikan lagi oleh bakteri atau decomposer. Limbah anorganik ini berasal dari limbah non hayati, atau berasal dari limbah-limbah hasil produk sinterik dan hasil pengolahan dari pabrik atau sumber daya alam yang tidak dapat diuraikan kembali oleh alam.

Contoh limbah anorganik antara lain ada plastik makanan, minuman, kaleng bekas, dan masih banyak limbah-limbah an-organik lainnya. Limbah an-organik memiliki dua jenis, yaitu limbah an-organik lunak, dan limbah an-organik keras. Karena itu, kami akan mengulas dengan lengkap pengertian dan jenis-jenis limbah an-organik.

Limbah an-organik lunak merupakan salah satu jenis limbah anorganik yang dapat dengan mudah untuk didaur ulang. Karena limbah an-organik jenis ini terdiri atas kandungan dari bahan yang lentur dan mudah untuk dibentuk serta dapat diolah secara sederhana.

Limbah anorganik lunak sendiri dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dalam bentuk apapun sesuai kreatifitas dari pembuatnya. Contohnya jika ada limbah plastik, para pengrajin akan memanfaatkan limbah tersebut untuk didaur ulang menjadi kerajinan dari barang bekas plastik, maupun sedotan seperti lampu tidur, celengan, dan pot bunga.

Selanjutnya untuk jenis limbah anorganik yang kedua adalah limbah an-organik keras. Limbah an-organik ini merupakan limbah yang tidak dapat atau sulit untuk dilakukan daur ulang, karena limbah an-organik jenis ini pada dasarnya terdiri atas kandungan yang berbahan kuat serta tidak mudah untuk dihancurkan.

Jenis-Jenis Limbah Organik

jenis limbah organik

Limbah or-ganik dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu limbah or-ganik basah dan limbah or-ganik kering. Berikut penjelasan mengenai contoh limbah or-ganik basah dan kering serta pengolahannya.

1. Limbah Organik Basah

limbah organik basah media.metrolatam.com[/caption]

Jenis limbah organik yang pertama yaitu jenis limbah or-ganik basah. Jenis limbah ini merupakan limbah yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Beberapa contoh limbah yang termasuk ke dalam limbah organik basah antara lain ada kulit buah, kulit sayur, biji-bijian, dan juga dedaunan.

Limbah jenis ini biasa kita jumpai pada area yang banyak tumbuhannya. Area pepohonan yang sudah tua akan melakukan pengguran terhadap daunnya, begitu juga terhadap buah yang sudah melebihi tingkat kematangan akan jatuh dengan sendirinya dari pohon tersebut.

Apa arti sampah jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Sampah organik basah dapat kita manfaatkan menjadi suatu kerajinan yang memiliki nilai jual atau sekedar menjadi koleksi di rumah.

Contoh kerajinan yang berasal dari limbah organik basah yaitu dengan memanfaatkan kulit jagung yang dapat dijadikan menjadi kerajinan bunga, pigura foto, tas anyaman, boneka, dan kerajinan-kerajinan lainnya. Lalu ada jerami yang dapat diolah menjadi kerajinan hiasan dinding, tempat pensil, dan lain-lain. Hasil yang menarik dan artistik memiliki nilai jual yang tinggi.

Pengolahan limbah organik jenis basah ini dapat dilakukan dengan mengeringkan terlebih dahulu menggunakan alat pengering ataupun menggunakan cahaya matahari hingga kadar air yang ada menjadi tak tersisa atau kering. Lalu setelah kering limbah organik ini dapat dibuat menjadi berbagai bentuk kerajinan tangan oleh para pengrajin yang memiliki kreatifitas tinggi.

Tidak jauh berbeda mengenai perbedaan limbah organik dan anorganik tentang pemanfaatan yang dilakukan oleh manusia terhadap limbah-limbah jenis ini. Karena dengan kreatifitas, limbah bentuk apapun akan disulap menjadi berbagai aneka kerajinan yang menarik.

2. Limbah Organik Kering

Limbah organik kering
satriakbb9092.blogspot.com

Jenis yang kedua dari limbah or-ganik yaitu limbah organik yang berasal dari limbah kering. Beberapa contoh limbah yang dapat kita manfaatkan yaitu limbah kertas, kardus, kerang, batok kelapa, kayu, tissue, serta contoh-contoh lain. Limbah or-ganik kering ini merupakan limbah yang tidak memiliki kandungan air tinggi atau kandungan air yang dimiliki cukup rendah.

Jika dalam pemakaian suatu produk dalam jumlah yang berlebih, lalu dibuang begitu saja secara sembarang, maka akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Maka dari itu, manfaatkan limbah jenis ini karena jumlahnya yang banyak untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan.

Limbah organik dan non organik dapat kita manfaatkan menjadi sebuah kerajinan yang indah, tidak jauh berbeda dari limbah organik basah. Limbah or-ganik kering ini juga dapat dibentuk menjadi beberapa bentuk kerajinan tangan.

Contohnya dengan memanfaatkan limbah kertas yang dapat diolah ulang menjadi berbagai kerajinan seperti sandal, wadah tissue, bunga, taplak meja, bineka, vas bunga, dan lain sebagainya.

Contoh lain yang memanfaatkan limbah organik keraing ada pada limbah cangkang kerang yang dijadikan menjadi kerajinan seperti anting-anting, kalung, kepala cincin, gelang, hiasan pigura, gantungan kunci, dan masih banyak lagi.

Pengelolaan Limbah Organik

pengelolaan limbah organik
rumahmesin.com

Pengolahan sampah organik kering tidak jauh berbeda atau bahkan lebih mudah dari pada pengolahan untuk limbah or-ganik basah karena limbah jenis ini sudah bersifat kering. Tapi jika limbah kering ini terdapat beberapa kandungan air walaupun hanya sedikit, lakukan pengeringan dengan bantuan alat pengering atau sinar matahari.

Hal tersebut agar dapat kita manfaatkan menjadi berbagai bentuk kerajinan tangan yang dapat berguna dan dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Sebagai individu yang baik, kita harus memikirkan bagaimana cara memanfaatkan setiap peluang yang ada, jangan hanya membuat sampah dan mengotori lingkungan hingga polusi udara.

Di atas merupakan penjelasan singkat mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Organik.

Limbah hadir secara terus-menerus melalui sisa-sisa dari pemakaian yang sudah tidak lagi digunakan oleh manusia. Jika kehadiran limbah tidak kita kelola dengan baik, maka akan mengakibatkan polusi terhadap lingkungan.

Limbah organik hadir dengan presentase lebih besar dari limbah non organik. Dengan ciri limbah or-ganik yang dapat dengan mudah untuk terurai oleh bakteri dan alam.

Sampah jenis ini juga dapat lapuk dengan sendirinya menjadi bagian yang lebih kecil, hal ini biasa disebut sebagai kompos yang berasal dari kotoran makhluk hidup dan menjadi pupuk alami yang dapat menyuburkan tumbuhan.

Contoh Limbah Anorganik

Terdapat dua jenis limbah an-organik, yaitu limbah an-organik lunak dan limbah an-organik keras. Berikut akan kami ulas mengenai contoh limbah an-organik lunak dan limbah anorganik keras.

1. Limbah Anorganik Lunak Dari Limbah Plastik

limbah lunak plastik posta.com.mx[/caption]

Contoh pertama dari limbah anorganik lunak adalah limbah yang berasal dari plastik. Limbah plastik dapat kita manfaatkan dengan cara mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai.

Para pengrajin yang memiliki kreatifitas tinggi banyak memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang atau bahkan sekedar menjadi koleksi semata.

Penangan limbah anorganik harus dilakukan dengan serius karena limbah tersebut memiliki sifat yang susah terurai. Limbah plastik merupakan salah satu limbah yang butuh bertahun-tahun dapat terurai oleh alam, dan tidak dapat diurai oleh bakteri.

Jika limbah plastik dibiarkan begitu saja, maka akan menyumbat saluran air yang akan menghambat jalannya air menuju muaranya, dengan terhambatnya air maka akan mengakibatkan banjir yang melanda di pemukiman yang tersumbat saluran airnya.

Maka dari itu, jangan pernah menganggap sepele limbah plastik karena sampah plastik Indonesia sangatlah banyak jumlahnya. Akan tetapi oleh beberapa tangan kreatif, limbah plastik seperti sedotan di sulap menjadi kerajinan tangan dari sedotan.

2. Limbah Anorganik Lunak Dari Kemasan Minuman dan Makanan

Limbah makanan dan minuman
sistem-pertanian-terpadu.blogspot.com

Contoh yang kedua dari limbah anorganik lunak yaitu limbah dari kemasan minuman dan makanan. Pada dasarnya kedua kemasan limbah ini berasal dari plastik, tapi ada juga kemasan yang berasal dari karton.

Baik keduanya, limbah jenis ini juga dapat kita manfaatkan dengan cara di olah kembali sedemikian rupa hingga menghasilkan karya kerajinan yang dapat dijadikan koleksi rumah tangga maupun dijual dan menghasilkan keuntungan.

Limbah jenis kemasan minuman dan makanan ini dapat kita jumpai di area yang banyak pedagang berjualan, baik pedagang asongan yang membawa dagangannya keliling sekitar, maupun pedagang yang sudah menggunakan gerobak untuk memamerkan dagangannya.

Di dalam tempat-tempat umum tersebut terdapat tong sampah organik dan non organik yang dapat dikelompokkan jenis sampah yang akan mereka buang ke dalam tong sampah tersebut.

Namun, masih banyak orang-orang yang tidak mempedulikan, dengan sembarang mereka membuang sampah yang tidak sesuai.

3. Limbah Anorganik Lunak Dari Limbah Kain Perca

Limbah lunak kain percah
sampahmanfaat.blogspot.com

Contoh ketiga dari limbah anorganik lunak yaitu limbah yang berasal dari kain perca atau kain bekas dan kain sisa yang sudah tidak lagi digunakan.

Proses pengolahan bahan limbah anorganik untuk kerajinan untuk kain perca sendiri dapat dimanfaatkan untuk beberapa kerajinan seperti membuat boneka, keset, hingga pakaian yang bahan dasarnya menggunakan kain perca, serta barang-barang lain yang menggunakan bahan lembut untuk menghasilkannya.

Sama seperti kedua limbah plastik di atas, limbah kain perca ini juga dapat dihasilkan untuk memperoleh keuntungan oleh para pengrajin.

Limbah kain perca dapat kita jumpai di rumah-rumah penghasil kain, atau biasanya ibu rumah tangga yang memiliki kreatifitas dengan menjahit di rumahnya, maka akan ditemukan sisa-sisa kain yang sudah tidak lagi terpakai.

Jika sisa-sisa kain tersebut dikumpulkan dan disimpan, maka akan memakan tempat, dan jika dibuang akan terbuang secara sia-sia. Maka dari itu, mulai sekarang manfaatkan kain perca untuk diolah kembali menjadi hasil yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

4. Limbah Anorganik Keras Dari Limbah Kaleng

contoh limbah anorganik kaleng
pixabay.com

Untuk jenis limbah yang kedua yaitu ada limbah anorganik keras. Pada contoh limbah anorganik keras ini yang pertama kami bahas adalah limbah yang berasal dari kaleng. Limbah jenis ini termasuk ke dalam limbah yang sangat sulit terurai baik oleh bakteri maupun terurai dengan sendirinya karena faktor alam.

Kaleng merupakan limbah kuat, karena terbuat dari lembaran baja yang dibalut dengan timah, serta kaleng terbuat dari logam yang banyak digunakan untuk mengemas makanan dan minuman.

Mengingat bahwa kaleng merupakan jenis limbah yang tidak mudah untuk terurai, dan jika dibiarkan maka akan mengganggu kelestarian lingkungan.

Maka dari itu, manfaatkanlah kaleng bekas ini menjadi sesuatu yang telah diolah ulang menjadi barang yang berguna, misalnya menjadikan kaleng menjadi asbak rokok, saringan penggorengan, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini banyak pemulung yang mencari kaleng bekas untuk dikumpulkan, dan dijual kembali kepada pengrajin atau kepada pabrik yang memanfaatkan kaleng bekas untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna.

5. Limbah Anorganik Keras Dari Limbah Kaca

limbah kaca
thumbs.dreamstime.com

Contoh limbah anorganik keras yang kedua yaitu limbah dengan bahan dasar dari kaca. Limbah ini menjadi salah satu sampah di Indonesia yang banyak akan kehadirannya. Limbah kaca adalah limbah yang berasal dari sisa-sisa produk yang berbahan dasar kaca, seperti kaca botol, kaca rumah, kaca lampu, dan contoh lain yang berbahan dasar kaca.

Limbah dari kaca dapat kita jumpai di berbagai macam restoran, rumah makan, minimarket, dan tempat-tempat umum lainnya.

Limbah kaca ini dapat kita manfaatkan dengan cara didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna. Salah satunya adalah kerajinan gelas dari bahan pecahan kaca. Dengan segala bantuan alat dan bahan, pengrajin dapat menyulap limbah kaca menjadi kerajinan yang mewah dan memiliki harga jual yang tinggi.

Demikian artikel mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik. Perlu adanya pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat kepada limbah-limbah yang tidak mudah terurai seperti contoh di atas.

 

Penanganan Limbah

Limbah atau biasa kita sebut sebagai sampah ini merupakan permasalahan besar yang sering kita hadapai selama bertahun-tahun. Permasalahan ini terus hadir karena minimnya tingkat kesadaran dari setiap individu untuk membuang sampah pada tempatnya dan sifat konsimtif akan sesuatu yang akan menghasilkan sampah secara berlebihan.

Kehadiran sampah jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerusakan pada struktur tanah, polusi pada udara maupun air, serta mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah itu sendiri.

Oleh sebab itu, Penanganan Limbah yang Baik dan Benar perlu untuk diperhatikan secara khusus. Limbah memiliki berbagai macam jenis dan karakteristik yang membedakannya. Materi penanganan limbah juga berbeda-beda. Namun pada dasarnya semua limbah dapat dilakukan penanganan dengan mengandalkan 3 cara ini, yaitu:

  • Reduce atau mengurangi penggunaan limbah
  • Reuse atau menggunakan kembali limbah
  • Recycle atau dengan mendaur ulang limbah

Ketiga cara tersebut merupakan cara yang mudah dan dapat dilakukan sehari-hari oleh manusia sebagai bentuk melestarikan lingkungan agar terbebas dari segala bentuk limbah yang ada. Selain car tersebut, ada cara efektif untuk mendaur ulang limbah, yaitu dengan membuat kerajinan dari barang bekas.

Cara tersebut merupakan cara pengelolaan limbah yang baik dan benar selain memanfaatkannya menjadi kompos atau biogas lainnya.

Jika keberadaan sampah dapat diatasi dengan baik, maka akan menghasilkan terjaminnya tempat tinggal dan tempat kerja yang bersih dan nyaman, pencegahan terhadap pencemaran lingkungan, pencegahan terhadap bibit penyakit yang berkembang biak melalui limbah.

Mengenai penanganan limbah, di Indonesia sudah menerapkan 2 cara pokok:

Cara Penanganan Limbah di Indonesia

Penanganan Limbah yang Baik dan Benar
  1. Pengendalian secara teknis yang merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh setiap individu untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
  2. pengendalian non teknis yang merupakan usaha dari pemerintah untuk menetapkan peraturan yang mengikat kepada setiap individu hingga industri dan terdapat sanksi jika melanggarnya.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sudah banyak cara yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah, salah satunya dengan mengelompokkan tong sampah organik dan non organik.

Cara ini digunakan agar pihak yang berwajib dapat dengan mudah membedakan jenis sampah dan mengelompokkannya ketika sudah berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar limbah di TPA nanti dapat dengan mudah diolah berdasarkan pengelompokkannya.

Namun kembali lagi kepada tingkat kesadaran yang minim dan kemalasan yang besar menyelimuti masyarakat di Indonesia. Masih banyak yang asal dalam membuang sampah. Baca mengenai Penanganan Limbah yang Baik dan Benar.

Penanganan Limbah yang Baik dan Benar

Metode penanganan limbah

Berikut akan kami ulas mengenai macam-macam pengolahan limbah yang perlu Anda ketahui untuk mengurangi populasi limbah yang sudah semakin merajalela.

1. Mengurangi Penggunaan Limbah (Reduce)

teknik pengolahan limbah yang baik dan benar.

Reduce merupakan cara pertama dari teknik pengolahan limbah yang baik dan benar. Teknik ini merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk pengurangi kehadiran limbah di sekitar kita.

Sifat konsumtif harus kita atur dalam hal ini, pembelian produk-produk secara berlebihan, pemilihan produk yang memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, dan memanfaatkan barang lain untuk menggantikan fungsi dari suatu produk yang akan kita beli.

Jadi dengan mengandalkan reduce di sini kita diajarkan untuk menjadi hemat dan tidak boros akan pengeluaran yang akan kita gunakan untuk membeli banyak produk yang sebenarnya tidak terlalu terpakai.

Kegiatan reduce dapat kita lakukan pada kehidupan sehari-hari. Contohnya yaitu:

  • Mengurangi penggunaan tissue dan menggantinya dengan sapu tangan
  • Mengurangi kesalahan pada saat ingin mencetak kertas dengan memanfaatkan fitur print preview yang ada pada komputer
  • Membeli produk yang dapat diisi ulang seperti parfum, pulpen dan mengurangi produk sekali pakai, dan kegiatan lainnya yang dapat kita minimalisir dari penggunaan produk secara berlebihan

Disamping kita menjadi lebih hemat pengeluaran, kita juga dapat mengurangi penggunaan produk yang sudah tidak terpakai dan akan menjadi limbah

2. Menggunakan Kembali Limbah (Reuse)

Pengertian reuse

Kegiatan penanggulangan limbah yang kedua yaitu dengan melakukan reuse. Pengertian reuse adalah menggunakan kembali limbah dari sesuatu yang telah digunakan.

Dengan ini kita dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu hal yang dapat memiliki nilai kembali dan bahkan dapat menghasilkan harga jual. Banyak limbah yang kita hasilkan jika dibiarkan saja maka akan menjadi tumpukan limbah yang dapat memenuhi ruang.

Seperti kardus, plastik, baju bekas, botol bekas minuman, buku bekas yang masih ada halaman kosongnya, koran bekas, dan barang-barang lain yang dapat kita alihkan fungsinya kepada hal lain dan dapat bermanfaat bagi penggunanya.

Contoh reuse dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  • menggunakan tas belanja berbahan kain yang dapat kita gunakan secara terus-menerus demi meminimalisir penggunaan plastik, dan dapat juga dengan mengelompokkan limbah yang ada di rumah untuk dipilah dan dijual kepada pembeli barang bekas sehingga menghasilkan uang yang dapat kita gunakan untuk keperluan lainnya.
  • memberikan baju bekas yang sudah tidak terpakai tapi masih layak kepada orang yang lebih membutuhkan

Biasanya barang tersebut berupa kardus, tumpukan kertas, botol minuman, kaleng minuman dan makanan, baju bekas, dan barang layak pakai lainnya.

3. Mendaur Ulang Limbah (Recycle)

macam-macam pengolahan limbah

Metode penanganan limbah yang ketiga yaitu dengan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kegiatan ini sering kita sebut dengan recycle. Dengan modal yang murah, atau bahkan tidak bermodalkan sedikit pun, para pengrajin dengan kreatifitas tingginya memanfaatkan hal ini menjadi suatu peluang baginya untuk memperoleh pundi-pundi rupiah, atau hanya sekedar mejadikannya koleksi dan hiasan yang menghiasi rumah. Kegiatan ini dapat kita manfaatkan pada jenis sampah organik maupun sampah non organik.

Pada sampah organik kita dapat memanfaatkannya dengan membuat pupuk kompos sebagai penyubur tanah dan tanaman. Serta pada jenis sampah non organik dapat dimanfaatkan menjadi barang kerajinan tangan, seperti plastik, kemasan bekas makanan dan minuman baik berupa kaleng maupun botol, serta kain perca.

Semua itu dapat kita daur ulang menjadi misalnya robot dengan memanfaatkan kardus bekas, hiasan pigura dengan memanfaatkan cangkang kerang, lalu membuat bunga dengan memanfaatkan plastik sedotan, dan masih banyak barang lain yang dapat kita hasilkan dari daur ulang ini dan juga dapat kita jual dengan harga yang sesuai.

Penjabaran di atas mengenai Penanganan Limbah yang Baik dan Benar. Dengan memanfaatkan limbah dengan baik, bukan tidak mungkin di samping lingkungan terjaga kelestariannya, kita sebagai individu yang memanfaatkannya akan mendapatkan kepuasan hati dan menghasilkan tambahan uang akibat kreatifitas yang kita miliki dalam pemanfaatan limbah tersebut.

3R ini merupakan cara yang tepat dan terbukti ampuh, hingga saat ini 3R masih digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu metode terbaik dalam permasalahan limbah dan bentuk penanganannya. Semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda menjadi lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuat limbah yang dapat merusak alam.

Jenis-Jenis Limbah

Pengertian Limbah
rayapos.com

Pada dasarnya limbah terbagi menjadi dua golongan yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Kedua golongan tersebut mempunyai perbedaan. Organik adalah sebuah benda alami yang dapat mudah hancur dan terurai oleh tanah.

Sedangkan anorganik sangat susah terurai oleh tanah. Semua limbah pada dasarnya bisa kita manfaatkan untuk dijadikan kerajinan dari barang bekas. Sehingga olahan limbah tersebut mempunyai nilai jual.

Limbah merupakan bahan sisa produksi yang sudah tidak digunakan lagi dan dibuang karena tidak terpakai. Jika limbah dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan pencemaran bagi lingkungan sekitar.

Limbah juga terbagi menjadi beberapa klasifikasi. Di sini kami akan jelaskan jenis-jenis limbah, antara lain jenis limbah berdasarkan sumbernya, limbah berdasarkan senyawanya, limbah berdasarkan sifatnya, dan yang terakhir jenis limbah berdasarkan wujudnya. Oleh karena itu, kami akan mengulas dengan lengkap tentang jenis-jenis jimbah.

Seperti yang sering diketahui bahwa jenis limbah ada 2 jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Tetapi itu hanya klasifikasi jenis limbah berdasarkan kandungan senyawanya saja, ternyata masih banyak lagi jenis limbah yang dapat kita klasifikasikan lagi.

Setiap limbah yang ada tentu cara mengatasi dan penanganannya berbeda-beda, tergantung dari jenis limbah yang kita temui. Pada dasarnya semua limbah tentu dapat mengganggu populasi alam di sekitar limbah itu berada. Informasi selanjutnya mengenai jenis-jenis limbah yang perlu Anda ketahui.

Jenis-Jenis Limbah Pada Umumnya

jenis-jenis limbah
hypescience.com

Jenis-jenis limbah dibagi menjadi beberapa macam, berdasarkan sumbernya, senyawanya, sifatnya, dan wujudnya Seperti:

  • Limbah Berdasarkan Senyawanya
  • Limbah Berdasarkan Sumbernya
  • Limbah Berdasarkan Sifatnya
  • Limbah Berdasarkan Wujudnya

. Informasi berikut ini akan mengulas mengenai jenis-jenis limbah dan contohnya.

Limbah Berdasarkan Senyawanya

limbah berdasarkan senyawa
yukiwaterfilter.com

Limbah organik dan limbah non organik adalah jenis jenis limbah berdasarkan jenis senyawa. Limbah organik merupakan limbah yang banyak berasal dari makhluk hidup dan alam.

Limbah organik ini mudah diurai oleh bakteri atau dekomposer dan juga alam itu sendiri dan dapat dengan cepat diurai dengan bantuan manusia. Limbah organik juga dibagi menjadi 2, yaitu limbah organik basah, dan limbah organik kering.

Limbah organik basah contohnya daun-daun, sisa buah, sisa sayur, dan lain-lain. Limbah organik kering contohnya kertas, tissue, kayu, ranting pohon, dan lain-lain. Limbah jenis ini dapat dijadikan pupuk kompos maupun dijadikan sebagai kerajinan tangan.

Kedua yaitu jenis limbah non organik atau non-organik. Limbah jenis ini termasuk ke dalam limbah yang tidak mudah terurai oleh bakteri dan alam. Limbah non-organik juga mengalami pelapukan yang cukup lama.

Maka dari itu, perlu diadakan penanganan lebih lanjut atas limbah jenis ini. Limbah anorganik juga dibagi menjadi 2, yaitu limbah anorganik lunak, dan limbah anorganik keras. Contoh dari limbah anorganik lunak yaitu limbah yang berasal dari plastik, kemasan minuman dan makanan, serta kain perca, sedangkan contoh limbah anorganik keras merupakan limbah yang berasal dari bahan keras seperti limbah kaleng, dan kaca.

Limbah Berdasarkan Sumbernya

Limbah Industri
okeinfo.net

Jenis jenis limbah berdasarkan sumbernya ada 6, yaitu yang pertama ada limbah industri yang berasal dari hasil kegiatan industri.

Contoh limbah industri antara lain: limbah pabrik, limbah radioaktif dari PLN, limbah rumah sakit, dan sebagainya. Limbah yang kedua yaitu limbah domestik, limbah ini berasal dari kegiatan rumah tangga yang menghasilkan banyak limbah hasil konsumsi dari para penghuni rumah. Contohnya limbah detergen, kaleng bekas, plastik, tissue, dan lain-lain.
Jenis limbah menurut sumbernya yang ketiga yaitu limbah pertambangan. Sesuai dengan namanya, limbah ini berasal dari hasil pertambangan. Hasil limbah yang ada dari pertambangan biasanya berupa material tambang, logam, dan bebatuan.

Lalu jenis limbah yang keempat yaitu limbah pertanian, limbah ini berasal dari hasil pertanian, contohnya ketika sedang memupuk, pupuk cair tersebut yang terbuang akan mengalir dan hanyut di sungai atau saluran irigasi dan menyebabkan polusi air dan dapat menjadi zat yang beracun.

Jenis limbah yang kelima yaitu limbah pariwisata, limbah ini berasal dari hasil wisata yang dihasilkan oleh sarana transportasi. Kendaraan wisata membuang limbah ke udara dan menyebabkan polusi udara.

Contoh dari limbah ini yaitu pada asap knalpot, dan lain-lain. Jenis limbah yang terakhir adalah limbah medis, limbah ini berasal dari kegiatan kesehatan, biasanya banyak berasal dari rumah sakit, apotek, klinik dan semacamnya. Limbah jenis ini banyak dihasilkan dari sisa obat-obatan, dan jenis-jenis limbah kimia lainnya.

Limbah Berdasarkan Sifatnya

Limbah berdasarkan sifatnya
http://ridwanpunto06.blogspot.com

Jenis limbah yang selanjutnya yaitu berdasarkan sifat dari limbah tersebut. Jenis ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu limbah biasa dan limbah bahan berbahaya dan beracun atau biasa disebut dengan limbah B3.

Salah satu contoh dari limbah biasa adalah limbah organik, limbah ini menghasilkan pencemaran yang dapat merusak alam, tapi dapat diuraikan oleh bakteri maupun oleh alam itu sendiri. Limbah jenis ini dapat mengakibatkan kerusakan pada skala kecil maupun pada skala besar. Limbah jenis ini termasuk ke dalam jenis limbah yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis limbah yang kedua adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Jenis limbah B3 ini memiliki sifat korosif, mudah terbakar, mudah meledak, keracunan, dan lain-lain yang dapat membahayakan lingkungan sekitar, dan ancaman bagi kelangsungan hidup dari manusia dan hewan.

Limbah jenis ini dapat sangat berbahaya bagi tubuh. Limbah B3 tidak hanya dihasilkan oleh aktifitas industri saja, melainkan kegiatan rumah tangga yang menghasilkan limbah dengan zat kimia yang sangat berbahaya.Baca Juga: Kerajinan dari Limbah Anorganik

Limbah Berdasarkan Wujudnya

Limbah berdasarkan sifatnya
lesprivatsurabaya-11910.blogspot.com

Jenis-jenis limbah berdasarkan wujudnya terbagi menjadi 3 macam. Jenis limbah yang pertama yaitu limbah cair.

Limbah jenis ini berasal dari segala aktifitas yang menghasilkan limbah dengan bentuk cair. Limbah cair banyak kita temukan pada pemukiman warga, pabrik, dan industri. Limbah cair ini juga banyak dihasilkan oleh konsumsi rumah tangga yaitu pada air sisa sabun, air deterjen, dan limbah cair lainnya.

Jenis limbah berdasarkan wujudnya yang kedua yaitu limbah jenis padat. Limbah ini berupa material padat dari suatu sisa hasil proses produksi, maupun konsumsi.

Jenis limbah padat sering kita jumpai hampir diberbagai tempat umum, baik industri, perkantoran, rumah tangga, dan tempat lainnya. Contoh limbah padat yaitu limbah kertas, limbah plastik, limbah logam, limbah karet, dan lain-lain. Limbah jenis ini jika tidak dikelola dengan baik maka akan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan, bahkan dapat menjadikan banjir.

Limbah padat ada yang dapat di daur ulang dan tidak. Untuk mengatasi yang tidak, maka limbah ditimbun, diolah, dan dibakar.

Lalu jenis limbah yang terakhir ada limbah jenis gas. Limbah ini berbentuk gas yang dihasilkan oleh berbagai aktifitas industri, biasanya oleh suatu pabrik dan industri lainnya yang menghasilkan keluaran berupa gas yang mengakibatkan polusi pada udara.

Limbah gas contohnya ketika terjadi suatu kebocoran gas, asap pabrik dari sisa produksi, pembakaran pada pabrik, dan contoh lainnya yang berwujud gas dan mencemari udara yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem makhluk hidup di dalamnya.

Sekian pembahasan mengenai Jenis-Jenis Limbah yang perlu diketahui. Pada dasarnya semua jenis limbah itu sama, sama-sama berbahaya bagi lingkungan dan populasi makhluk hidup.

Jadi, limbah perlu ditangani dengan penanganan khusus dan kita sebagai manusia, sudah seharusnya bersikap bijak mengenai limbah yang selalu menjadi masalah terbesar kita, apalagi pada negara berkembang seperti Indonesia ini.

Leave a Comment

%d bloggers like this: