Malam Lailatul Qadar yang Dinantikan di Bulan Ramadhan

Malam Lailatul Qadar – Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah yang kedatangannya selalu dinantikan umat muslim di seluruh dunia. Selain keberadaannya mampu memberikan banyak syafaat bagi yang menjalankan perintah agama di bulan tersebut, ramadhan pun menyuguhkan beberapa momen penting yang tidak biasa.

Adalah malam lailatul qadar, salah satu malam di bulan ramadhan yang mana telah banyak disebutkan memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya yakni disebut sebagai malam yang lebih baik dari malam seribu bulan.

Makna Lailatul Qadar

malam seribu bulan

Lailatul qadar atau lailat al-qadar yang secara bahasa diartikan sebagai malam ketetapan adalah satu malam yang terjadi pada bulan ramadhan, yang didalamnya digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Beberapa ulama memberikan penafsiran terhadap malam lailatul qadar, diantaranya yakni (1) qadar yang berarti penetapan, (2) qadar yang berarti mulia, dan (3) qadar yang berarti sempit. Berikut adalah deskripsi masing-masing penafsiran para ulama.

1. Qadar atau Penetapan

Qadar yang diartikan sebagai penetapan atau pengaturan dipahami sebagai malam dimana Allah mengatur atau menetapkan perjalanan hidup manusia, yakni khithah dan strategi bagi Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Guna menyeru umat manusia kepada agama yang shahih (benar) sehingga ketetapan tersebut mempengaruhi perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok melalui diturunkannya Al-Qur’an.

Namun begitu, ada pula ulama yang mengatakan bahwa penetapan perjalan hidup manusia oleh Allah dilakukan dalam batas setahun.

Pendapat tentang lailatul qadar yang disebut sebagai malam pengaturan dapat dilihat pada surst Ad-Dukhan ayat 3, innaa anzalnaahu fii lailatim mubaarokatin innaa kunnaa munziriin (sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan).

Baca Juga: Niat,Doa dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Nabi

2.Qadar atau Mulia

Qadar yang diartikan ulama sebagai mulia dapat dilihat dalil nya dalam ayat ke-91 surat Al-An’am yang berbucara tentang kaum musyrikin, wa maa qadarullaha haqqo qadarihii iz qaaluu maa anzalallahu ;alaa basyarim min syaii’, qul man anzalal-kitaaballazii jaa’a bihii muusaa nuurow wa hudal lin-naasi taj’aluunahuu qoroothiisa tubduunahaa wa tukhfuuna katsiiroo, wa ‘uullimtum maa lam ta’lamuu antum walaa aabaa’ukum, qulillaahu tsumma zar-hum fii khoudhihim yal’abuun (Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu apapun kepada manusia.

” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

3.Qadar atau Sempit

Kata qadar yang berarti sempit terdapat dalam al-qur’an antara lain pada surat Ar-Ra’du ayat 26, Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru [Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya (bagi yang dikehendakinya).

Ada pula ulama yang menafsirkan makna sempit ini karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi seperti yang disebutkan dalam salah satu ayat surat Al-qadar; pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Perbedaan Malam Lailatul Qadar Dengan Malam Nuzulul Qur’an

malam lailatul qadar
sumber: idntimes.com

Pemahaman mengenai malam lailatul qadar terkadang masih tumpang tindih dengan malam diturunkannya Al-Qur’an atau nuzulul qur’an, padahal kedua malam tersebut memiliki makna dan keistimewaan yang berbeda.

Malam nuzulul qur’an yang diperingati pada malam tanggal 17 Ramadhan merupakan malam pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad. Terdapat dua pendapat terkait terjadinya malam nuzulul qur’an.

1.Nuzulul Qur’an Jatuh Pada Tanggal 17 Ramadhan

Bagi yang meyakini bahwa nuzulul qur’an jatuh pada tanggal 17 Ramadhan didsarkan pada surat Al-Anfaal ayat 41, “Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan.”

Menurut tafsir ayat ini, yang dimaksud “apa yang kami turunkan” adalah Al-Qur’an.

Sementara itu, menurut catatan kaki dalam Al-Qur’an dan terjemahnya yang diterbitkan Departemen Agama, Al-Furqaan adalah hari kemenangan umat muslim dan kekalahan orang-orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijrah.

Adapun sebagian mufassirin menafsirkan bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al-Qur’anul Karim pada malam 17 Ramadhan.

Nuzulul Qur’an Jatuh Pada Lailatul Qadar

Pendapat ini didsarkan pada surat Al-Qadar ayat 1, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemulian (lailatul qadar).” Adapun kapan datangnya lailatul qadar’ masih menjadi rahasia Allah meskipun sudah banyak perkiraan dan tanda-tanda yang diduga meunjukkan datangnya malam tersebut.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

seribu bulam
sumber: jabar.tribunews.com

Beberapa sumber menyebutkan bahwa malam yang keutamannya dilebihkan dari malam-malam yang lain ini dapat ditemui pada sepertiga terakhir dari bulan Ramadhan. Diantara kemuliaan malam tersebut yakni Allah memberikan sifat terhadapnya sebagai malam yang penuh berkah.

Allah berfirman pada surat Ad-Dukhan (44): 3-4, innaa anzalnaahu fii lailatim mubaarokatin innaa kunnaa munziriin, fiihaa yufroqu kullu amrin hakim (sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.

Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh Hikmah). Adapun keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam surat Al-Qadar (97): 3-5, lailatul-qodri khoirum min alfi syahr,  attanazzalul-malaa’ikatu war-ruuhu fiihaa bi’izni rabbihim min kulli amr, salaamun hiya hattamathla’il fajr (malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan, sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar).

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

malam lailatul qadar
sumber:jakarta.tribunews.com

Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qadar itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” (Al-Qodr: 1-5)

Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang keistimewaan lailatul qodr, diantara keistimewaan keistimewaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini adalah:

1.Malam yang Penuh Berkah

Lailatul qadar adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah. Malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-qur’an.

Sebagaimana pada ayat yang Allah ta’ala firmankan. “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhan: 3-4)

2.Nilai amal shalih dilipatgandakan menjadi lebih baik dari amalan 1000 bulan

Amal shalih pada malam itu lebih baik dari amal shalih yang dilakukan selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qadar, padahal jika seseorang hidup selama itu belum tentu dia memiliki amalan senilai itu apalagi lebih besar. As-Syaikh Abdur Rakhman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadar lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” (Tafsir As-Sa’di, halaman 931).

3.Banyaknya malaikat yang turun

Rasulullah SAW bersabda. innal malaaikata tilkal lailata fiil ardhi aktsaru min ‘adadal haso. Artinya  (sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205). Adapun Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata. “Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/444)

4.Malam penentuan takdir tahunan

Pada malam itu ditetapkan takdir secara terperinci selama satu tahun. Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata, “Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” (Tafsir Ath-Thobari, 25/534)

5.Malaikat mendoakan orang yang beribadah

Para malaikat mengucapkan salam (mendo’akan keselamatan) untuk orang-orang yang beribadah di malam tersebut. Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata, “Malaikat mendo’akan keselamatan ketika lailatul qadar untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/444)

Baca Juga: Doa Puasa Ramadhan Dengan Syarat Dan Rukun Puasa

Perkiraan Datangnya Malam Lailatul Qodar

malam lailatul qadar
sumber:lovetki.com

Terdapat beberapa sabda nabi yang meyatakan bahwa lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Diantaranya yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” Adapun terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Hadist dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan terjadinya lailatul qadar lebih memungkinkan di tujuh malam terakhir yaitu, “carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

Sementara itu pendapat yang dikatakan paling kuat yakni pendapat yang diutarakan Ibnu Hajr dan Fathul Bahri. Bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun.

Hal ini dibenarkan oleh sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada Sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.”

Sementara itu, Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya At-Tanbih. Menyatakan suatu pendapat yang artinya. “Dianjurkan mencari Lailatul Qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh hari akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23.

Saat malam lailatul qodar disunnahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afiwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’. Artinya (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, maka ampunilah aku)”.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

malam lailatul qadar
sumber:palembang.tribunews.com

Adapun tanda-tanda datangnya malam lailatul qadar adalah berikut:

  • Suhu dan angin yang pada malam itu terasa tenang, tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Rasulullahu shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.”
  • Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
  • Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
  • Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam bersabda yang artinya:. “Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim)

Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

malam lailatul qadar
sumber: suaramuhammadiyyah.id

Meskipun telah dijabarkan perkiraan dan tanda-tanda lailatul qadar. Namun hanya Allah SWT yang mengetahui kapan tepatnya malam lailatul qadar itu terjadi.

Maka seorang muslim yang taat harus menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya pada malam ganjil saja, tetapi semua sepanjang bulan puasa. Para ulama pun menganjurkan untuk memperbanyak ibadah di hari-hari terakhir bulan ramadhan, khususnya di 10 malam terakhir.

Selain itu, para ulama menegaskan. Untuk mendapatkan malam lailatul qadar, memang harus diperkuat dengan berbagai ibadah baik yang wajib maupun sunnah.

Cara lain yang dianjurkan yakni dengan melakukan I’tikaf di masjid. Sehingga anda akan beribadah sepanjang malam dan rentang dari maghrib hingga subuh tidak akan terlewatkan.

Adapum I’tikaf 10 hari ramadhan sangat dianjurkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’.

Allah ta’ala berfirman, “dan janganlah kalian bercampur dengan istri-istri kalian, sedang kalian beri’tikaf di masjid.” (Al-Baqoroh: 187).

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata:. “Bahwa Nabi shallahu’alaihi wasallam melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. Kemudian istri-istri beliau masih melakukan I’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

“I’tikaf hukumnya sunnah berdasarkan ijma’, dan tidak diwajibkan kecuali karena nazar, juga berdasarkan ijma’.” (Al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab, 6/407).

Do’a Yang Dianjurkan Banyak Dibaca Pada Malam Lailatul Qadar

malam lailatul qadar
sumber:suratkabarid

Ada do’a yang pernah diajarkan oleh Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika bertemu dengan malam lailalatul qadar yakni:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.

(Ya Allah Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meinta maaf, karenanya maafkanlah aku).

Dari ‘Aisyah radhuyallahu ‘anha ia berkata:

Amalan Wanita Yang Sedang Haidh Untuk Menyambut Malam Lailatul Qadar

malam lailatul qadar
sumber:tribunews.com

Haid ketika tengah menanti malam lailatul qadar? Tenang, wanita yang sedang haidh masih bisa melakukan banyak amalan shalih ketika Ramadhan, diantaranya adalah:

  • Membaca Al-Qur’an tanpa memegang mushaf (baik lewat hafalannya, atau membaca ayat Al-Qur’an di buku terjemahan Al-Qur’an).
  • Mendengar tilawah Al-Qur’an dari kaset atau file audio.
  • Berdo’a.
  • Membaca buku-buku atau artikel agama.
  • Beramal shalih, seperti menyiapkan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, membantu keluarga atau orang-orang yang perlu bantuan, bersedekah, ikut serta dalam kegiatan amal dan lain-lain.

Hikmah Diturunkannya Malam Lailatul Qadar

malam lailatul qadar
sumber: wow.tribunews.com

Pernahkah anda terfikirkan mengapa Allah SWT menghadirkan malam lailatul qadar dan merahasiakan pengetahuan tentang terjadinya malam ini? Salah satu hikmahnya yakni untuk membedakan antara orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mencari rahmat Allah dengan yang tidak.

Dengan datangnya malam lailatul qadar. Semoga dapat dijadikan sebagai penyemangat ibadah kita agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah memudahkan kita agar mendapatkan malam yang penuh dengan keistimewaan ini.

Leave a Comment

%d bloggers like this: