Keutamaan, Doa, dan Ibadah Pada Malam Nifsu Sya’ban

Nifsu Sya’ban merupakan salah satu hari yang paling dinantikan oleh umat islam. Hari nifsu sya’ban jatuh pada tanggal 15 bulan Sya’ban 1439 H. Tepatnya pada malam selasa ini adalah malam Nifsu Sya’ban.
Hari Nifsu Sya’ban juga dikenal dengan Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban. Pada malam Nifsu Sya’ban dianjurkan kepada umat islam untuk memperbanyak amalan-amalan ibadahnya baik puasa maupun amalan ibadah yang lainnya.

Beberapa amalan umat islam pada saat memperingati malam Nifsu Sya’ban diantaranya shalat sunnah, puasa, berdzikir, membaca Al Qur’an dan amalan-amalan lainnya.

Berdadaskan kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki terdapat tiga amalan utama yang dapat dikerjaan pada malam Nifsu Sya’ban, diantaranya adalah:

Pertama, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa. Sebagaimana anjuran tersebut berlandaskan pada hadits riwayat Abu Bakar, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Sebagaimana artinya adalah, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Baca Juga: Pengertian, Doa dan Niat Zakat Fitrah

Kedua, kita dianjurkan untuk membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat tersebut merupakan kalimat yang mulia. Dua kalimat ini juga sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sebagaimana riwayat Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة “لا إله إلا الله محمد رسول الله”.

Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. Kita tahu bahwa tidak ada satu pun manusia yang luput dari dosa. Baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Mungkin tanpa sadar kita setiap hari telah melakukan dosa baik kecil maupun besar, bisa saja kita mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain ataupun dengan anggota tubuh kita telah melakukan tindakan yang mengarah keperbuatan dosa.

Baca Juga: Niat,Doa dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Nabi

Akan tetapi jika kita benar-benar ingin bertaubat dan menyadari perbuatan dosa. Sehingga kita meminta ampunan kepada Allah. Maka Inshaa Allah, Allah senantiasa membuka pintu taubat kepada siapapun yang dikehendakiNya.

Dengan Memperbanyak meminta ampunan (istighfar) sangat sekali dianjurkan apalagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Leave a Comment

%d bloggers like this: