Doa Dan Niat Puasa Ramadhan Lengkap Dengan Syarat Dan Rukun Puasa

Niat puasa ramadhan – Assalamu’alaikum sahabat oddav, pertama marilah mengawali aktifitas kita dengan membaca Bismillah. Tak terasa sebentar lagi akan memasuki bulan suci ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh rahmat, dan bulan yang penuh dengan ampunan.

Maka dari itu saya akan mencoba untuk menulias tentang niat puasa di bulan ramadhan. Umat islam setiap tahun diwajibkan untumk melaksanakan bulan suci ramadhan.

Pada bulan ramadhan semua muslim selain diwajibkan untuk puasa juga dapat dijadikan sebagai suatu bulan yang penuh dengan kesempatan untuk memperbanyak Amalan-amalan ibadah kepada Allah SWT.

Beberapa ibadah yang sering kita maksimalkan dibulan suci ramadhan adalah tadarus Al-Quran untuk mengkhatamkannya, mentadaburi Al-Quran, Mengikuji pengajian, sedekah, dan masih banyak lainnya yang bisa dijadikan amalan ibadah kita.

Pengertian Bulan Puasa Ramadhan

doa niat puasa ramadhan sebulan
Sumber: rancahpost.co.id

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ke sembilan pada tahun hijriyah yang sering kita kenal sebagai bulan puasanya umat muslim.

Pada bulan tersebut seorang muslim niat puasa ramadhan selama satu bulan, karena memang pada dasarnya bulan ramadhan merupakan bulan puasa khusus yang berikan untuk umatnya nabi SAW.

Banyak sekali keutaman-keutamaan bulan ramadhan yang inshaa Allah beberapa diantaranya kita akan memdapatkan suatu kesempatan memperbanyak amalan ibadah, memohon ampunan, zakat fitrah, dan masih banyak lagi.

Bulan ramadhan bisa disebut dengan bulan puasa karena merupakan bagian dari rukun islam dan memperingati atas turunnya wahyu pertama kepada nabi.

Niat Puasa Ramadhan

lafazd niat puasa ramadhan
Sumber: dakwatuna.com

Kita diajarkan ketika mau melaksanakan puasa ramadhan harus melakukan niat terlebih dahulu. Dengan niat ini puasa kita akan diterima Allah dan dengan niat juga puasa akan lebih berpahala.

Doa niat puasa ramadhan sebulan terbagi menjadi dua pelaksanaan, yaitu niat ketika mau berpuasa dan niat ketika mau berbuka puasa.

Waktu puasa dilaksanakan pada terbitnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari, yang mana terbenamnya matahari ini kita sering tandakan dengan adanya bunyi lantunan suara adzan.

Berikut ini adalah beberapa lafazs niat puasa ramadhan:

Baca Juga: Niat,Doa dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Nabi

Doa Niat Puasa Ramadhan Sebulan

hikmah puasa ramadhan
Sumber: abiummi.com

Niat ketika mau berpuasa sudah bisa dilakukan saat setelah shalat tarawih pada malam hari sampai waktu imsyak tiba. Waktu imsyak merupakan waktu batas dimana sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Adapun niat puasa ramadhannya adalah sebagai berikut:

Niat Buka Puasa Ramadhan

keutamaan puasa ramadhan
Sumber: abiummi.com

Sudah diketahui bahawa selama melaksanakan puasa tidak diperbolehkan untuk makan, minum dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sampai batas waktu yang ditentukan.

Waktu puasa ini dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Ketika waktu menandakan puasa selesai atau azdan magrib sudah terdengan kita disunnahkan untuk segera membatalkan puasanya.

Sebelum membatalkannya harus melakukan doa niat buka puasa terlebih dahulu, doanya adalah:

Syarat Dan Rukun Puasa Ramadhan

pengertian rukun puasa
Sumber: pelajaran.co.id

Didalam melaksanakan ibadah puasa ramadhan juga harus memnuhi syarat dan rukunnya. Syarat disini adalah bagian terpenting dari wajib tidak orang tersebut melakukan puasa.

Sedangkan rukun puasa ramadhannya bisa disebut juga dengan suatu ketentuan pelaksanaan puasa itu sendiri.

Baca Juga: Pengertian, Doa dan Niat Zakat Fitrah 

Sarat Wajib Puasa

sebutkan 3 rukun puasa
Sumber: satuayat.id

Puasa ramadhan hanya boleh dilakukan oleh orang-orang islam, baligh, berakal, dan tahu akan kewajiban berpuasa.

Pada paragraf diatas dapat dijelaskan bahwa kriteria pertama adalah orang islam, yaitu orang yang sudah memeluk agama islam.

Selanjutnya adalah berakal, maksudnya adalah puasa hanya diwajibkan kepada orang-orang yang masih mempunyai akal yang sehat atau tidak gila.

Sarat selanjutnya yaitu balig, batasan baligh kalau dilihat dari sikap pasti setiap orang akan berbeda-beda. Namun, didalam islam batasan orang sudah baligh adalah ditandai dengan sudah mimpi basah atau sudah keluarnya sperma bagi laki-laki. Sedangkan untuk perempuan ditandai dengan sudah menstruasi.

Dan yang terakhir adalah tahu akan kewajiban berpuasa. Sering kita dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang menjelaskan kewajiban berpuasa. Yaitu didalam surat Al-Baqoroh ayat 183.

Inti makna dari ayat yang menjelaskan tentang kewajiban berpuasa ini adalah kita umat muslim diwajibkan berpuasa, sebagai mana yang telah menjadi kwajiban puasa orang-orang sebelum kita. Dengan tujuan agar kita semua bertaqwa.

Syarat Wajibnya Menunaikan Puasa

pengertian syarat sah
Sumber: muslim.or.id

Syarat ini dilakukan agar kita sungguh-sungguh dalam melakukan ibadah puasa beberapa syaratnya adalah sehat, tidak berhadas besar, dan menetap.

Sebagaimana telah dijelaskan didalam Al-Qur’an surat Al Baqoroh ayat 185. Yang intinya adalah boleh membatalkan puasanya ketika dalam keadaan tubuh yang tidak  sehat (sakit) dan ketika melakukan perjalanan. Namun diwajibkan juga baginya untuk menggati puasanya sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Ketika orang sehat maka kondisi tubuhnya fit untuk melaksanakan berbagai aktifitas yang ada dibandingkan dengan orang sakit. Orang sakit biasanya kondi badannya lemah oleh karena itu orang sakit tidak diperkenankan puasa.

Begitu juga berlaku untuk orang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Yang mana membutuhkan tenaga lebih untuk melakukan perjalanannya.

Selain dari dua ter ada syarat wajibnya memnunaikan puasa yang terakhirnya yaitu tidak sedang berhadast besar.

Maksud suci dari hadast besar disini adalah ditujukan kepada orang yang suci dari haid dan nifas.

Didalam hadist dari mu’azdah yang pernah bertanya kepada Aisya Ra, yang bunyinya adalah:

aku bertanya kepada Aisyah, ‘mengapa perempuan yang sedang berhalangan haid itu harus mengqodha’ puasa namun tidak mengqadha’ shalat? Aisyah menjawab:Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’

Berdasarkan bunyi hadist diatas. Kebanyakan para ulama bersepakat bahwa orang yang sedang haid dan nifas tidak diperbolehkan puasa wajib. Namun setelah masa  haid dan nifasnya selesai. Maka wajib untuk menggantinya dilain waktu.

Syarat Sahnya Puasa

syarat wajib puasa ramadhan

Syarat puasa wajib yang selanjutnya adalah syarat sahnya puasa. Pada dasarnya syarat sahnya puasa ini dibagi menjadi dua yaitu suci dari haid dan nifas yang juga hal ini termasuk dalam kategori syarat wajib penunaian ibadah puasa.

Syarat yang keduanya adalah Berniat. Niat ini merupakan kunci dari sah tidaknya setiap amalan kita karena didalam suatu hadist dijelaskan bahwa “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatannya”

Mengenai lafazd niat puasa ramadhan telah dijelaskan pada sub judul diatas. Akan niatan yang saya bahas disini adalah suatu niatan puasa yang bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus.

Dimaksudkan niat disini adalah kita melakukan suatu amalan ibadah puasa wajib dengan niat dihati yang semata-mata hanya karena Allah Ta’alaa

Sebagaimana yang telah diucapkan oleh ulama besar  An Nawawi ra, dala syafi’iah bahwa:

doa puasa ramadhan

Artinya adalah Tidak akan sah puasa orang tanpa niat, dan akan sah jika puasanya disertai dengan niat. Niat diucapkan didalam hati, dan tidak diperkenankan untuk diucapkan. Hal-hal yang seperti ini tidak menjadi perdebatan para ulama”

Wajib Niat Puasa Ramadhan Sebelum Fajar

Paragraf ini menjelaskan akan kewajibannya melakukan niat puasa ramadhan sebelum fajar tiba.

Telah dijelaskan didalam hadist Ibnu Umar Ra dari istri nabi yang bernama Hafshoh. Bahwa Nabi bersabda:

batasan waktu niat puasa

“Artinya adalah Siapapun yang tidak berniat sampai waktu fajar tiba, maka puasanya akan tidak sah”

Menurut pendapat ulama besar Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali bahwa sarat diatas termasuk bagian dari sarat puasa wajib.

Adapun pengertian niatnya adalah niat puasa ramadhan boleh dilakukan mulai dari malam hari atau matahari terbenam sampai terbitnya fajar.

Rukun Puasa

Rukun puasa merupakan suatu hal yang harus ada ketika amalan puasa tersebut dikerjakan.

Menurut para ulama dan kesepakatannya, bahwa rukun puasa merupakan sikap menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasanya selama masuk waktu fajar shodiq tiba sampai terbenamnya matahari.

Sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Baqoroh ayat 187:

Hal-hal Yang Membatalkan Puasa

hal hal yg membatalkan puasa selain makan dan minum
Sumber: harakatuna.com

Setelah dijelaskan diatas mengenai syarat dan rukun puasa serta niat puasa ramadhan.

Selanjutnya saya akan menulis hal-hal apa saja sih yang dapat membatalkan puasa?.

Memasukan Benda Dengan Sengaja

memasukkan benda
Sumber: hellosehat.com

Maksudnya adalah memsukan suatu makanan, minuman, ataupun yang lainnya  dengan sengaja kedalam lubang pada seluruh anggota tubuh sehingga masuk kedalam tubuh.

Maka jika perbuatan tersebut dilakukan secara sengaja, puasanya akan menjadi batal.

Sebagaimana sudah dijelaskana di dalam hadist shahih Bhukori dan Muslim bahwa” Barang siapa yang kondinya lupa ketika berpuasa, lalu dia makan dan minum, hendaklah untuk meneruskan puasanya, Karena sesungguhnya yang memberikan makanan dan minuman itu adalah Allah” ( Hadist Bukhari: 1797 dan Muslim: 1952 )

Melakukan Hubungan Seksual

hal yang membatalkan puasa

Melakukan hubungan seksual bersama pasangan suami maupun istri secara sengaja. Ketika malamnya sudah berniat untuk melakukan puasa keesokan harinya, namun ia melakukan hubungan seksual. Maka puasanya tidak akan sah.

Akan tetapi bagi orang-orang yang melakukan hubungan seksual yang secara sengaja tersebut diwajibkan untuk mengqodo puasanya dan membayar kifarat.

Kifarat adalah seorang budak mukmin perempuan. Artinya adalah membebaskan budak tersebut dengan cara menebusnya.

Namun jika tidak mampu membayar kifarat tersebut maka bisa menggantinya dengan berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.

Mengobati Organ Kemaluan dan Dhubur

mengobati kemaluan
Sumber: depositphotos.com

Bagi orang yang sedang memiliki penyakit atau luka pada bagian organ kemaluan dan dhubur. Penyakit tersebut harus melakukan pengobatan.

Maka pengobatannya itu termasuk dalam hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Sehingga ketika sedang berpuasa dan mengobati organ kemaluan maupun dhubur maka puasanya menjadi tidak sah.

Bagi orang yang berhalangan sakit tersebut dapat mengqodo puasanya dilain waktu.

Muntah Disengaja

hal membatalkan puasa
Sumber: merdeka.com

Muntah disengaja ini dapat membatalkan puasa karena suatu makanan didalam perut keluar kembali.

Biasanya muntah yang disengaja ini ketika kita membuat hal-hal yang dapat menyebabkan mulut menjadi mual.

Akan tetapi jika kita melakukannya tidak sengaja atau kondisinya sedang kurang enak badan maka tidak menjadi hal yang membatalkan puasa.

Keluar Air Mani Sebab Bersentuhan

Penyebab yang membatalkan puasa selanjutnya adalah keluarnya mani karena bersentuhan.

Bersentuhan disini bisa saja karena tangan yang sedang melakukan masturbasi maupun karena istri yang halalnya. Maka hal ini akan menyebkan puasa menjadi batal.

Baca Juga: Pengertian Niat Sholat Tarawih Beserta Tata Cara dan Sejarahnya

Haid

Perempuan yang sudah baligh pasti mengalami menstruasi rutin setiap bulannya. Yaitu keluarnya cairan darah dari kemaluan seorang wanita sebagai tanda peluruhan dinding rahim.

Haid ini termasuk hadast besar dan telah dijelaskan diatas bahwa hadast besar juga dapat membatalkan puasa.

Nifas

Adalah darah yang keluar setelah melakukan persalinan. Lamanya biasanya 40 hari.

Selama waktu itu seorang perempuan yang nifas tidak boleh berpuasa.

Gila

Orang yang gila pada saat ia berpuasa maka puasanya tidak akan sah

Murtad

yang membatalkan puasa
Sumber: pinimg.com

Seseorang yang murtad ketika sedang melaksanakan puasa maka puasanya menjadi tidak sah karena dia telah keluar dari ajaran agama Allah.

Orang yang murtad biasanya adanya suatu pengingkaran terhadap dzat Allah, pengingkaran perintah-perintah Allah.

Sebagai penutup saya ucapkan Marhaban Ya Ramadhan. Semoga dalam bulan yang penuh berkah ini kita selalu diberikan keimanan dan ketakwaan.

Wassalamu’alaikum

Leave a Comment

%d bloggers like this: