Nama Pakaian Adat Aceh beserta Gambar dan Penjelasannya

Di ujung utara Pulau Sumatra terdapat Suku Aceh yang memiliki tradisi dan budaya yang banyak dipengaruhi Islam, karena masyarakat Aceh mayoritas beragama Islam. Berbda dengan suku-suku lainnya Suku Aceh memiliki gaya tersendiri dalam berbusana yang bisa dikatakan lebih tertutup. Oleh karena itu bagi kaum wanita yang ingin tampil anggun dengan baju yang tertutup ragam Baju Adat Aceh berikut dapat menjadi pilihannya.

Tak hanya untuk kaum hawa, Pakaian Adat Aceh untuk kaum adam pun memiliki keunikan tersendiri yang membuat agam-agam Aceh terlihat berwibawa ketika mengenakannya. Seperti apa Pakaian Adat Aceh ala Agam dan Inong Aceh? Berikut penjelasannya yang diambil dari berbagai sumber.

Pakaian Adat Aceh Gayo

baju adat aceh gayo wanita
Sourche: trynotlaughs.us

Busana Adat Gayo agaknya telah jarang terilhat dikenakan, selain pada acara pernikahan. Padahal dahulu tepatnya sebelum dan pada zaman kolonial Belanda orang Gayo memiliki busana dari kulit nanit, dan kain tenun berbahan kapas.  Meskipun demikian, di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah masih ditemukan pengenaan Baju Adat Gayo pada upaca perkawinan.

Busana Pengantin Wanita Gayo

baju adat aceh pengantin gayo
Sourche: borneochannel.com

Pengantin wanita pada acara pernikahan yang mengenakan pakain adat gayo akan menggunakan atasan berupa baju, dan bawahan berupa kain sarung pawak dan ikat pinggang ketawak.

Selain itu pengantin wanita juga dilengkapi dengan pernak-pernik hiasan kepala seperti mahkota sunting, sanggul sempol gampang dan lelayang yang menggantung, cemara, anting-anting, ilung-ilung, subang gener clan subang ilang.

Sementara untuk perhiasan lainnya ialah kalung tangang ringgit dan tangang birah-mani, serta untaian manikmanik bernama clan belgong yang dikenakan di leher. Kemudian kedua pergelangan tangan mengenakan perhiasan berupa ikel, gelang iok, gelang berapit, gelang beramur, gelang puntu, gelang bulet, topong.

Untuk jari-jari akan dihiasi berbagai macam cicin yakni sensim belah keramil, sensim genta, sesim belilit, sensim patah kayu, sensim keselan, dan sensim ku I.

Tak ketinggalan bagian pinggang pun dilingkari pernak pernik seperti rantai genit rante, dan untuk pergelangan kaki dihiasi dengan clan. Selain perhiasan, item lain yang tidak kalah penting ketika mengenakan Pakaian Adat Aceh Gayo ialah upuh ulen-ulen selendang.

Busana Anak Gayo

baju adat aceh anak gayo
Sourche: joystudiodesign.com

Jika Pakaian Adat Gayo untuk pengantin wanita memiliki beragam perhiasan, maka Pakaian Adat Gayo untuk anak perempuan dan laki-laki dibuat lebih sederhana yang dinamakan dengan Karawang. Karawang meupakan baju lengan pendek yang dibuat dengan cara disulam.

Linto Baro

baju adat aceh Linto Baro
Sourche: gulalives.co

Linto Baro merupakan salah satu Pakaian Adat Aceh yang diperuntukan bagi laki-laki. Pakaian ini dapat dikenakan untuk menghadiri upacara adat atau kegiatan-kegiatan lain yang bersifat formal. Linto Baro sudah dikenal sejak zaman kerajaan Samudra Pasai serta Kerajaan Perlak.

Pakaian Adat khas Kota yang dijuluki Serambi Mekah ini terdiri dari atasan bernama Meukasah, celana atau bawahan bernama Siluweu dan Sarung Ija. Sementara sebagai pelengkapnya ialah penutup kepala bernama Meukeutop, serta senjata tradisional aceh yakni siwah atau rencong. Untuk lebih lengkap berikut penjelasan item-item Linto Baro.

Meukasah

baju adat aceh meukasah
Sourche: aparumah.com

Baju Meukasah merupakan baju tradisonal Aceh Pesisir yang terbuat dari tenunan Kain Sutra yang biasanya berwarna dasar hitam. Warna hitam dipilih untuk baju yang diperuntukan bagi laki-laki ini, karena memiliki filosofi yakni melambangkan kebesaran sehingga Baju Meikasah pun dijadikan baju kebesaran Adat Aceh.

Salah satu keunikan dari baju meukusah adalah di bagian kerahnya yang merupakan asimilasi dengan budaya China. Hal ini dapat dilihat pada sulaman benang emas pada kerah baju meukasah. Asimilasi terjadi antara masyarakat Aceh dengan para pelaut dan pedagang China yang datang ke daratan Utara Pulau Sumatra.  

Sileuweu

baju adat aceh sileuweu
Sourche: steemit.com

Jika untuk atasan Laki-laki Aceh Pesisir menggunakan baju Meukasah, maka untk bawahannya ialah Celana Sileuweu. Sama seperti baju meukasah, warna untuk celana Sileuweu juga Hitam dengan filosofi yang sama pula. Meskipun warnanya sama, akan tetapi bahan yang digunakan untuk membuat celana sileuweu bukanlah sutra melainkan kain katun.

Untuk menambah kesan elegan dan wibawa, saat mengenakan celana Sileuweu dilengkapi dengan sarung bernama Ija Krong atau Ija Sangket. Ija Krong merupakan kain songket berbahan sutra. Ija Krong diikatkan ke pinggang dengan panjang hingga lutut.

Meukeutop

baju adat aceh meukeutop
Sourche: cellcode.us

Dari gambar di atas maka dapat dilihat bahwa Meukeutop merupakan kopiah khas Aceh. Meukeutop berbentuk lonjong k eats yang dilengkapi dengan tangkulok. Tangkulok sendiri merupakan lilitan dari tenunan sutra terhias bintang persegi delapan yang terbuat dari bahan emas atau kuningan.

Rencong

senjata adat aceh rencong
Sourche: instazu.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Rencong adalah senjata khas Aceh yang biasa digunakan ketika sedang memakai Pakaian Adat Aceh Linto Baro. Rencong dipasang atau diselipkan dengan posisi bagian gagang menonjol keluar dari lipatan sarung.Bukan hanya sebagai pelengkap, Suku Aceh menjadikan Rencong sebagai identitas diri, ketangguhan dan keberanian.

Sejarah mencatat, Senjata tradisional ini sudah digunakan sejak masa kepemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah yakni seorang Sultan Aceh pertama pada Kesultan Aceh. Rencong emas milik Sultan Aceh sampai kini dirawat dan disimpan di Museum Sejarah Aceh.

Baju Kurung

baju adat aceh kurung
Sourche: lmspis.cidos.edu.my

Bagi kaum wanita yang ingin berdandan seperi Inong Aceh, maka dapat menggunakan atasan yakni baju Kurung. Baju Kurung memiliki lengan panjang, serta kerah dan bermotif sulaman benang emas yang khas seperti baju China.

Dilihat dari bentuknya, dapat dilihat bahwa Baju Kurung merupakan perpaduan budaya Melayu, China, dan Arab yang memang banyak mendiami Aceh pada masa silam. Baju Kurung menutup seluruh lekuk dan aurat tubuh yang memakainnya karena ukuran serta desainnya yang dibuat tertutup.

Ulee Balang

baju adat aceh Ulee Balang
Sourche: artwedding.win

Merupakan pakaian yang dikenakan oleh anak-anak namun bentuknya hamper sama denan pakian adat untuk orang dewasa. Bagi Laki-laki Pakaian adat ini berwarna hitam baik atasan dan bawahannya kemudian di bagian pinggang hingga lutur dibalut dengan sarung. Agar tidak mudah lepas sarung dipasang mengguankan ikat pinggang dan pengikat lain contohnya tali.

Tak jauh berbeda dengan Ulee Balang untuk anak laki-laki untuk anak perempuan pun atasan dan bawahan dibuat dengan warna senada, kemudian mengenakan sarung atau selendang dengan motif yang cantik. Agar semakin lengkap gunakan ragam perhiasan seperti penutup kepala, kalung, gelang, dan cicin.

Aman Mayak

baju adat aceh aman mayak
Sourche: googleusercontent.com

Pakaian Adat Aceh Aman Mayok terdiri dari bulang pengkah, baju putih, celana, gelangg genit rante, sarung, ponok dan cicin. Dari fashion item Pakaian Adat Aceh Aman Mayok yang ada mungkin bulang pengkah merupakan nama yang baru sebagian orang dengar terutama anda yang tidak berasal dari kota dengan sebutan Serambi Mekah ini. Bulang pengkah sendiri digunakan untuk menempatkan sunting.

Aman Mayok diperuntukan bagi laki-laki yang biasa digunakan dalam acara pernikahan. Pengantin pria dengan pakaian Adat Mayok juga akan mengenakan sanggul gampang bulet pada prosesi akad nikah. Sementara pada resepsi atau pasca akad nikah mengenakan sempol gampang kenang.

Leave a Comment

%d bloggers like this: