Nama dan Keunikan Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur disertai Gambar dan Penjelasannya

Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur – Beribu Kota di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi yang cukup luas dengan 22 Kabupaten/Kota. JIka melihat Sejarah, sejak dahulu Nusa Tenggara Timur telah didiami oleh beragam suku diantara Suku Rote, Suku Sabu, Suku Helong, dan Suku Dawan. Suku-suku ini tentunya memiliki tradisi dan kekayaan budaya yang memperkaya Provisi NTT.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan diulas mengenai keempat suku yang bertempat di Nusa Tenggara Timur yakni suku Rote, Suku Sabu, Suku Helong dan Dawan. Meskipun demikian yang menjadi topik utama  adalah mengenai pakaian adat yang dimilki suku-suku tersebut. Seperti yang kita ketahui, setiap suku tentunya memiki pakaian khas yang khas.

Apalagi  suku-suku yang mendiami timur Indonesia terkenal akan kearifan dan ketradisionalannya. Oleh karena itu, Pakaian-pakaian Adat Nusa Tenggara bisa menjadi referensi outfit anda ataupun baju anak saat mengikuti kegiatan-kegiatan budaya. Lalu seperti apa Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur? Diambil dari berbagai seumber, berikut ulasannya.

Baju Adat Suku Rote

Baju Adat Suku Rote
Sourche: exploringmars.org

Masyarakat suku Rote Nusa Tenggara Timur telah lama memanfaatkan pohon palem yakni Lontar dan gewang untuk dijadikan bahan pembuatan kain tenun. Hal ini dilakukan jauh sebelum ditemukannya serat kapas.

Namun, setelah serat kapas masuk ke Nusantara barulah Suku Rote memanfaatkan serat kapas sebagai pebuatan kain tenun. Beberapa barang yang dihasilkan dari tenunan Suku Rote hingga kini menjadi ciri khasnya adalah kain Lafe Tei dan Ti’I Langga.

Kain Lafe Tei

kain Lace Tei
Sourche: traditionalkebaya.files.wordpress.com

Kain Lafe Tei merupakan busana sehari-hari masyarakat Rote. Kain Tradisional khas Rote ini biasanya dimanfaatkan sebagai penutup tubuh bagian bawah yakni dari pinggang hingga kaki. Bagi wanita kain tenun ini biasanya bermotif tengkorak kemudian dipadukan dengan baju kebaya pendek.

Saat mengenakan kain Lafe Tai, selain dengan baju Kebaya, wanita Rota juga menghiasi kepala dengan penutup kepala dengan bentuk bulan dan tiga bintang. Bentuknya yang demikian menggambarkan tentang kesejahteraan dan kasih saying.

Bagi Laki-laki, Kain Lafe Tei kerap dipadukan dengan kemeja polos berwarna putih dengan model lengannya yang panjang. Selain itu, masyarakat Rote juga kerap mengenakan sehelai kain tenun berukuran kecil yang diselempangkan di bahu serta Sebilah golok diselipkan di pinggang.

Ti’i Langga

pakaian Ti'i Langga
Sourche: id-static.z-dn.net

Ti’I Langga merupakan penutup kepala khas Rote yang bentuknya mirip dengan topi asal Meksiko yakni Sombrero. Ti’I Langga terbuat dari daun lontar setelah melalui proses pengeringan. Karena daun lontar mongering menghasilkan warna ti’I Langga kecoklatan.

Selain merubah warna, pengeringan juga membuat Ti;I Langga memiliki bentuk yang unik yakni miring dan tidak dapat ditegakkan. Hal ini menjadikan Ti;I Langga sebagai lambing sifat asli masyarakat Rote yang keras, percaya diri, dan berwibawa.

Baju Adat Suku Sabu

pakaian adat suku sabu
Sourche: harianriez.com

Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu Provinsi dengan ragam kerajinan tangan yang indah. Hal ini tentunya dikarenakan suku-suku di NTT yang masih memegang tradisi membuat kerajinan tangan. Salah satu dari suku yang tradisinya masih berjalan adalah Suku Sabu dengan tradisi menenun. Hasil tenun pun dijadikan pakaian seperti berikut.

Pakaian Adat NTT Suku Sabu untuk Laki-laki

pakaian suku sabu pria
Sourche: koranjuri.com

Pakaian adat Suku Sabu memiliki ciri khusus, sehingga menjadi indentitas masyarat Suku Tersebut. Penggunaan selendang bagi laki-laki di Suku Sabu misalnya. Selendang ini biasanya diselempangkan di bahu, seusai mengenakan pakaian lengan panjang berwarna putih.

Pakaian Adat Suku Sabu untuk Wanita

Pakaian-Adat-NTT-Suku-sabu-wanita
Sourche: fitinline.com

Wanita Suku Sabu Nusa Tenggara Timur memiliki baju adat yang terdiri dari kain tenun dan kebaya. Kain tenun atau yang juga diseput pending adalah kain sarung yang diikat di pinggang. Pending digunakan sebagai bawahan pada pakaian adat suku sabu. Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur memang lebih modern di banding Pakaian Adat Papua yang masih menggunakan bahan dan desain alami.

Pakaian Adat Suku Helong

pakaian suku helong
Sourche: harianriez.com

Suku Helong merupakan salah satu suku asli Pulau Timor yang sebagain besar bertempat di Kabupaten Kupang. Sementara sebagian lagi berdiam di Pulau Flores dan Pulau Semau. Suku Helong memiliki bahasa asli suku helong yang dinamakan Bahasa Helong. Selain memiki bahasa asli, Suku Helong juga memiliki pakaian adat yang khas. Untuk mengetahui pakaian adat Helong, berikut ulasannya.

Pakaian Adat Suku Helong untuk Laki-laki

baju suku helong pria
Sourche: harianriez.com

Untuk laki-laki Suki Helong, pakaian adatnya yang khas terdiri dari beberapa item seperti baju bodo atau kemeja, selimut besar, destar, dan habas. Cara memapudakankan keempat item tersebit diantaranya selimut besar digunakan sebagai bawahan dengan cara diikatkan ke pinggang. Sementata Dastar digunakan sebagai penutup kepala, dan habas diguanakan sebagai kalung.

Pakaian Adat Suku Helong untuk Wanita

baju suku helong wanita
Sourche: harianriez.com

Jika sebelumnya telah dibahas Pakaian Adat Suku Helong untuk laki-laki selanjutnya akan diulas bagaimana Pakaian Adat Suku Helonh untuk Wanita. Sebagian dari anda mungkin sudah tidak asing dengan pakaian adat yabg satu ini, karena ciri khasnya berupa tutup kepala berbentuk bula molik (bulan sabit) memang cukup dikenal.

Selain penutup kepala, wanita suku Helong juga kerap menggunakan ikat pinggang emas, giwang atau kerabu dan kalung yang berbentuk bulan sabit pula. Sementara untuk baju utamanya adalah kebaya, kemben.

Pakaian Adat Suku Dawan

pakaian suku dawan ntt
Sourche: harianriez.com

Suku Dawan bertempat di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Timor Tengah Utara. Orang Dawan atau masyarakat Suku Dawan biasanya mendirikan perkampjngan di puncak-pincak bukit yang dikelilingi didin batu, kaktus, dan semak-semak berduri. Oleh karena tradisi yang kental dan dipengaruhi kondisi geografis, Suku Dawan memiliki cara tersendiri dalam berpakain yakni sebagai berikut.

Baju Amarasi

baju amarasi
Sourche: egrafis.com

Suku Dawan memiliki baju adat yang diberi nama Baju Amarasi. Tak jauh berbeda dengan suku Helong, untuk laki-laki baju amarasi juga menggunakan selimut besar berbahan tenun sebagai bawahan dan Baju Bodo. Akan tetapi untuk perhiasan, Suku Dawan mengenakan kalung habas berbandung gong, ikat kepalanya berhiaskan tiara, gelang timur dan Muti Salak.

Sementara untuk kaum wanita, Baju Amarasi terdiri dari sarungbtenun sebagai bawahan, selendang penutup dada, kebaya. Kemudian dibagian kepala, wanita Suku Dawan mengenakan hiasan kepala berbentuk tusuk konde dengan tiga buah koin, dan Sisir Emas. Dan terakhir pakaian adat ini akan lengkap jika sudah mengenakan Kalung Muti Salak dan sepasang Gelang Kepala Ular. (int)

Leave a Comment

%d bloggers like this: