8+ Pakain Adat Maluku yang Unik dan Modern

Maluku adalah satu Pulau di Nusantara yang terbagi atas beberapa provinsi yakni Maluku Utara, Maluku Selatan, Maluku Tenggara, dan Maluku Tengah. Warga lokal Maluku memiliki simbol identitas berupa pakaian adatnya yang khas. Pakaian adat Maluku juga menambah warni-warni  kekayaan budaya Indonesia yang tentunya patut untuk diletarikan.

Apalagi Pakaian Adat Maluku ini memiliki keunikan dan masih relevan untuk digunakan di zaman modern ini. Lalu, seperti apa pakaian adat Maluku yang dapat anda dan mungkin saja untuk anak-anak anda kenakan? Berikut daftar nama Pakaian Adat Maluku beserta penjelasannya.  

Pakaian Adat Maluku untuk Pria

baju adat maluku pria
Sourche: daftarharga.pw

Pertama kita akan mengulas mengenai Pakaian Adat Maluku untuk kaum adam terlebih dahulu. Pakaian Adat Maluku untuk pria ini tentunya lebih simple dibandingkan pakaian untuk wanita yang biasanya dilengkapi juga dengan aksesoris. Untuk lebih mengetahuinya, simak ulasan berikut.

Baju Cele untuk Pria

baju cele pria maluku ambon
Sourche: instazu.com

Baju Cele merupakan Pakaian Adat Maluku yang Paling terkenal. Baju Cele atau yang diebut juga dengan Kain Salele ini ada yang diperuntukan bagi laki-laki dan ada pula untuk Wanita.

Bagi laki-laki atasan yang digunakan adalah kemeja. Kemudian Baju cele digunakan sebagai outer. Sementara untuk bawahan Baju Cele adalah celana bahan berwarna Hitam.

Baju Cele memang sederhana sehingga mudah untuk dikenakan. Apalagi Pakaian Adat Maluku ini juga memiliki nilai filosofis dan terlihat estetik loh. Keestetikan Baju Cele berasal dari motif bergaris perak atau pun emas berbentuk geometris.

Bahan yang diguanakan pun cukup tebal namun tenang saja, meskipun berbahan kain yang tebal tetapi Baju Cele tetap nyaman digunakan.  Sebagai sentuhan terakhir gunakan pula kain untuk ikat pinggang.

Kemeja Baniang Putih Maluku

Kemeja Baniang Putih Maluku
Sourche: instazu.com

Sesui dengan namanya, Kemeja Baniang Putih, maka pakaian adat ini bentuknya seperti kemeja dan berwarna putih. Kemeja Baniang Putih ini merupakan Pakaian Adat Maluku Tengah.

Pada bagian lehernya, Kemeja ini berbentuk bundar. Sementara seperti kemeja pada umumnya, Kemeja Baniang Putih dilengkapi dengan kacing akan tetapi harus berwarna putih.

Setelan Dansa Maluku

baju maluku
Sourche: medcom.id

Berikutnya adalah Setelan Dansa khas Maluku yang tentunya dapat anda pakai pada acara-acara pesta atau perayaan. Setelan ini didesain tanpa kancing, maka cara memakainya hanya dipakai begitu saja tanpa direkatkan. Untuk itu sebelumnya anda padat Kemeja Baniang Putih terlebih dahulu.

Pakaian Adat Kebesaran Raja Maluku

Pakaian Adat Kebesaran Raja Maluku
Sourche: stapico.com

Tidak seperti Pakaian Adat Maluku yang dapat digunakan dalam keseharian, Pakaian Adat Kebesaran Raja Maluku didesain istimewa. Tidak sembarang orang dapat memakai Pakaian Adat ini. Presiden Indonesia ke-7, Presiden Joko Widodo pernah mengenakan Pakaian Adat Kebesaran Raja Maluku ini.

Baju Adat ini berwarna putih dan pada teian kain divariasi warna hitam dan corak merah. Pada bagian ini terdapat corak merah dengan hiasan motif emas.

Pakaian Adat Kebesaran Raja Maluku berbentuk jubbah panjang hingga kaki. Pada bagian pinggang ditambahkan ikat pinggang berwarna merah. Selain itu, saat mengenakan Pakaian Adat Kebesaran Raja Maluku juga dilengapi dengan syal, tongkat kehormatan dan mahkota.

Pakaian Adat Maluku untuk Wanita

pakaian adat maluku wanita
Sourche: tahuribabunyi.com

Setelah membahas Pakaian Adat Maluku untuk kaum adam, selanjutnya kami akan memberikan ulasan mengenai Pakaian Adat Maluku untuk wanita. Dengan pakaian adat berikut, Nona tentunya akan terlihat anggun dan elegan.

Baju Cele untuk Wanita

baju cele wanita maluku
Sourche: kurio.id

Seperti yang sudah dijelaskan Baju Cele ada pula yang diperuntukan bagi wanita. Meskipun demikian, Baju Cele untuk wanita tentunya lebih kompleks.  

Di Maluku, jika seorang gadis mengenakan Baju Cele maka ia akan dipanggil Nona Baju Cele Kaeng atau Nona Kain Salele. Sementara jika wanita dewasa yang memakai Baju Cele, maka akan disebut Nyonya kain Selele.

Untuk atasan Baju Cele adalah Kebaya yang biasanya berwarna putih, lalu bawahannya adalah kain sarung. Kain yang digunakan merupakan kain sarung hasil tenun dengan motif dan corak dengan warna emas atau perak khas Maluku.

Jika atasan dan bawahan telah dikenakan, berikutnya gunakan juga kain lenso. Kain ini diselempangkan di kedua bahu sehingga tampak bentuk huruf v dibagian depan. Berikutnya, pada bagian kepala, gunakan konde atau haspel berwarna emas atau perak. Konde Maluku memiliki ciri khas tersendiri karena ukurannya yang lebih besar dari ukuran konde pada umumnya.

Jika konde sudah terpasang, selanjutnya konde diberi hiasan berupa Kak Kuping, Sisir Konde, dan Bunga Ron.

Kak Kuping adalah aksesoris untuk konde berbentuk bunga dan berjumlah empat buah. Sementara Sisir  Konde digunakan untuk membuat konde kokoh. Hiasan konde terakhir yakni Bunga Ron berbentuk lingkaran yang dipasang mengikuti sisi lengkung konde.

Sebagai warisan budaya, Baju Cele kini tengah dilestarikan dengan adanya kebijakan yakni meski tidak dengan konde tetapi bagi pelajar wajib mengenakan Baju Cele pada hari Jumat dan Sabut. Kebijakan ini dikeluarkan pada tahun ajaran 2014/2015 oleh  Pemerintah Wali Kota Ambon, Rochard Luohenapessy.

Kebaya Putih Lengan Panjang

Kebaya Putih Lengan Panjang
Sourche: rumahulin.com

Pada mulanya Kebaya Putih Lengan Panjang hanya digunakan oleh para angsawan kerajaan dan tokoh agama seperti pendeta. Tetapi kini Kebaya ini biasa digunakan untuk upacara adat dan keagamaan seperti beribadah di Gereja. Kebaya ini dibuat dari bahan burkat berwarna putih polos.

Dibagian depan, terdapat kancing, begitu pula pada bagian ujung lengan. Sebelum mengenakan kebaya Putih Lengan Panjang gunakan kaos putih lengan panjang terlebih dahulu. Sementara setelah mengenakan kebaya ini, gunakan pula konde dan kain tetun warna merah.

Kebaya Hitam Gereja

Kebaya Hitam Gereja
Sourche: adatindonesia.org

Kebaya Hitam Gereja didesain tak jauh berbeda dengan Kebaya Putih Lengan Panjang. Cukup banyaknya penganut agama Kristen yakni sebesar 41,4% dan 6,7% beragama khatolik di Maluku, membuat Kebaya Hitam Gereja ini lahir.

Selain Kemaja Putih lengan panjang, Kebaya Hitam Gereja juga dikenakan wanita Maluku sebagai pakaian saat beribadah di Gereja. (int)

Leave a Comment

%d bloggers like this: