Penanganan Limbah yang Baik dan Benar

Penanganan Limbah – Limbah atau biasa kita sebut sebagai sampah ini merupakan permasalahan besar yang sering kita hadapai selama bertahun-tahun. Permasalahan ini terus hadir karena minimnya tingkat kesadaran dari setiap individu untuk membuang sampah pada tempatnya dan sifat konsimtif akan sesuatu yang akan menghasilkan sampah secara berlebihan.

Kehadiran sampah jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerusakan pada struktur tanah, polusi pada udara maupun air, serta mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah itu sendiri.

Oleh sebab itu, Penanganan Limbah yang Baik dan Benar perlu untuk diperhatikan secara khusus. Limbah memiliki berbagai macam jenis dan karakteristik yang membedakannya. Materi penanganan limbah juga berbeda-beda. Namun pada dasarnya semua limbah dapat dilakukan penanganan dengan mengandalkan 3 cara ini, yaitu:

  • Reduce atau mengurangi penggunaan limbah
  • Reuse atau menggunakan kembali limbah
  • Recycle atau dengan mendaur ulang limbah

Ketiga cara tersebut merupakan cara yang mudah dan dapat dilakukan sehari-hari oleh manusia sebagai bentuk melestarikan lingkungan agar terbebas dari segala bentuk limbah yang ada. Selain car tersebut, ada cara efektif untuk mendaur ulang limbah, yaitu dengan membuat kerajinan dari barang bekas.

Cara tersebut merupakan cara pengelolaan limbah yang baik dan benar selain memanfaatkannya menjadi kompos atau biogas lainnya.

Jika keberadaan sampah dapat diatasi dengan baik, maka akan menghasilkan terjaminnya tempat tinggal dan tempat kerja yang bersih dan nyaman, pencegahan terhadap pencemaran lingkungan, pencegahan terhadap bibit penyakit yang berkembang biak melalui limbah.

Mengenai penanganan limbah, di Indonesia sudah menerapkan 2 cara pokok:

Cara Penanganan Limbah di Indonesia

Penanganan Limbah yang Baik dan Benar

  1. Pengendalian secara teknis yang merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh setiap individu untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
  2. pengendalian non teknis yang merupakan usaha dari pemerintah untuk menetapkan peraturan yang mengikat kepada setiap individu hingga industri dan terdapat sanksi jika melanggarnya.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sudah banyak cara yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah, salah satunya dengan mengelompokkan tong sampah organik dan non organik.

Cara ini digunakan agar pihak yang berwajib dapat dengan mudah membedakan jenis sampah dan mengelompokkannya ketika sudah berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar limbah di TPA nanti dapat dengan mudah diolah berdasarkan pengelompokkannya.

Namun kembali lagi kepada tingkat kesadaran yang minim dan kemalasan yang besar menyelimuti masyarakat di Indonesia. Masih banyak yang asal dalam membuang sampah. Baca mengenai Penanganan Limbah yang Baik dan Benar.

Penanganan Limbah yang Baik dan Benar

Metode penanganan limbah

Berikut akan kami ulas mengenai macam-macam pengolahan limbah yang perlu Anda ketahui untuk mengurangi populasi limbah yang sudah semakin merajalela.

1. Mengurangi Penggunaan Limbah (Reduce)

teknik pengolahan limbah yang baik dan benar.

Reduce merupakan cara pertama dari teknik pengolahan limbah yang baik dan benar. Teknik ini merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk pengurangi kehadiran limbah di sekitar kita.

Sifat konsumtif harus kita atur dalam hal ini, pembelian produk-produk secara berlebihan, pemilihan produk yang memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, dan memanfaatkan barang lain untuk menggantikan fungsi dari suatu produk yang akan kita beli.

Jadi dengan mengandalkan reduce di sini kita diajarkan untuk menjadi hemat dan tidak boros akan pengeluaran yang akan kita gunakan untuk membeli banyak produk yang sebenarnya tidak terlalu terpakai.

Kegiatan reduce dapat kita lakukan pada kehidupan sehari-hari. Contohnya yaitu:

  • Mengurangi penggunaan tissue dan menggantinya dengan sapu tangan
  • Mengurangi kesalahan pada saat ingin mencetak kertas dengan memanfaatkan fitur print preview yang ada pada komputer
  • Membeli produk yang dapat diisi ulang seperti parfum, pulpen dan mengurangi produk sekali pakai, dan kegiatan lainnya yang dapat kita minimalisir dari penggunaan produk secara berlebihan

Disamping kita menjadi lebih hemat pengeluaran, kita juga dapat mengurangi penggunaan produk yang sudah tidak terpakai dan akan menjadi limbah

2. Menggunakan Kembali Limbah (Reuse)

Pengertian reuse

Kegiatan penanggulangan limbah yang kedua yaitu dengan melakukan reuse. Pengertian reuse adalah menggunakan kembali limbah dari sesuatu yang telah digunakan.

Dengan ini kita dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu hal yang dapat memiliki nilai kembali dan bahkan dapat menghasilkan harga jual. Banyak limbah yang kita hasilkan jika dibiarkan saja maka akan menjadi tumpukan limbah yang dapat memenuhi ruang.

Seperti kardus, plastik, baju bekas, botol bekas minuman, buku bekas yang masih ada halaman kosongnya, koran bekas, dan barang-barang lain yang dapat kita alihkan fungsinya kepada hal lain dan dapat bermanfaat bagi penggunanya.

Contoh reuse dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  • memberikan baju bekas yang sudah tidak terpakai tapi masih layak kepada orang yang lebih membutuhkan
  • menggunakan tas belanja berbahan kain yang dapat kita gunakan secara terus-menerus demi meminimalisir penggunaan plastik, dan dapat juga dengan mengelompokkan limbah yang ada di rumah untuk dipilah dan dijual kepada pembeli barang bekas sehingga menghasilkan uang yang dapat kita gunakan untuk keperluan lainnya.

Biasanya barang tersebut berupa kardus, tumpukan kertas, botol minuman, kaleng minuman dan makanan, baju bekas, dan barang layak pakai lainnya.

3. Mendaur Ulang Limbah (Recycle)

macam-macam pengolahan limbah

Metode penanganan limbah yang ketiga yaitu dengan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kegiatan ini sering kita sebut dengan recycle. Dengan modal yang murah, atau bahkan tidak bermodalkan sedikit pun, para pengrajin dengan kreatifitas tingginya memanfaatkan hal ini menjadi suatu peluang baginya untuk memperoleh pundi-pundi rupiah, atau hanya sekedar mejadikannya koleksi dan hiasan yang menghiasi rumah. Kegiatan ini dapat kita manfaatkan pada jenis sampah organik maupun sampah non organik.

Pada sampah organik kita dapat memanfaatkannya dengan membuat pupuk kompos sebagai penyubur tanah dan tanaman. Serta pada jenis sampah non organik dapat dimanfaatkan menjadi barang kerajinan tangan, seperti plastik, kemasan bekas makanan dan minuman baik berupa kaleng maupun botol, serta kain perca.

Semua itu dapat kita daur ulang menjadi misalnya robot dengan memanfaatkan kardus bekas, hiasan pigura dengan memanfaatkan cangkang kerang, lalu membuat bunga dengan memanfaatkan plastik sedotan, dan masih banyak barang lain yang dapat kita hasilkan dari daur ulang ini dan juga dapat kita jual dengan harga yang sesuai.

Penjabaran di atas mengenai Penanganan Limbah yang Baik dan Benar. Dengan memanfaatkan limbah dengan baik, bukan tidak mungkin di samping lingkungan terjaga kelestariannya, kita sebagai individu yang memanfaatkannya akan mendapatkan kepuasan hati dan menghasilkan tambahan uang akibat kreatifitas yang kita miliki dalam pemanfaatan limbah tersebut.

3R ini merupakan cara yang tepat dan terbukti ampuh, hingga saat ini 3R masih digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu metode terbaik dalam permasalahan limbah dan bentuk penanganannya. Semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda menjadi lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuat limbah yang dapat merusak alam.

Leave a Comment

%d bloggers like this: