Praktek Kerja Lapangan

Hay guys, kembali lagi dengan oddav Wujudkan mimpi-mimpi kita dengan penuh semangat. Jangan lupa berdo’a dulu sebelum ikhtiar.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saat melaksanakan praktek kerja lapangan di Bandung. Banyak kisah menarik yang dapat dijadikan referensi bagi para pembaca yang ingin bepergian atau melaksanakan kerja diluar kota.

Penasaran . . . ?

Langsung saja guys kita simak ceritanya

Apasih PKL ?

 

Praktek kerja lapangan(PKL) merupakan hal yang wajib oleh setiap siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).

Praktek kerja lapangan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja. Sehingga siswa memiliki etos kerja yang tinggi, disiplin, rajin dalam bekerja.

Sekolah mengharapkan dengan diadakannya praktek kerja lapangan ini, tamatan siswa mempunyai skill yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri.

Pengajuan PKL

http://assets.nydailynews.com

Saya waktu itu adalah salah satu murid SMK Muhammadiyah jurusan elektronika indusri. Setiap hari hampir ada praktikum. Pulang ke rumah terkadang sampai malam.

Rutinitas belajar setiap hari hampir seperti itu. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sayapun memasuki kelas XII.

Masuklah bulan dimana saya harus PKL.

Saat itu saya sempet bingung mau PKL dimana. Akhirnya saya menemui guru saya untuk meminta saran.

Beliau menyarankan “kalau bisa carilah tempat PKL sesuai dengan bidang kejuruan”. Menurut beliau coba daftar ke Coca cola amatil indonesia (CCAI).

Coca cola amatil Indonesia Bandung berdiri sejak tanggal 7 Agustus 1979 berada di Jln. Bandung – Garut KM 26, Kecematan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Industri ini memproduksi beberapa minuman segar diantaranya spreat, fanta, coca cola, frestea, dan minute mild pulpy orange.

Saya dan ketiga teman lainnya akhirnya membuat surat ijin PKL. Kami berempat bersama-sama ke Industri CCAI.

Bertemulah kami dengan seorang dari bidang Sumberdaya Manusia(SDM). Hasil dari pengajuan surat ijin PKL kami ternyata tidak sesuai dengan rencana. SDM industri tersebut hanya menerima 2 orang dari 4 orang yang diajukan.

Diskusi bersama temanpun berlangsung dengan menghasilkan saya dan andhika yang akan PKL di perusahaan CCAI. Kami berdua bergegas menghubungi HRD. Allahamdulillah kami berdua telah diberikan ijin PKL selama 2 bulan oleh industri CCAI tersebut.

Packing

https://www.eaglecreek.com

Jadwal pemberangkatan PKL tinggal 2 hari lagi saya segera untuk menyiapkan segala sesuatunya. Hal-hal yang harus dibawa saat PKL ialah Baju praktikum, alat tulis kerja, buku referensi kejuruan, pakaian, obat-obatan, dan do’a orang tua.

Kita berencana berangkat ke bandung bersama. Maka ketemulah dititik bunderan kedawung untuk menunggu Bus trayek cirebon – Bandung.

Sesampai di kawasan industri kita istirahat di musholah sambil tanya-tanya tempat kosan disekitaran industri CCAI. Akhirnya kita mendapatkan kosan, kita ngekos 1 kamar berdua. Saat itu biaya kos masih murah sekitar 200rb/bulan.

Hari pertama di tempat orang berasa seperti penduduk baru. Apalagi PKL ini pengalaman pertama saya jauh dari orang tua. Malam hari berasa sunyi, tiba-tiba rasa kangen orang ytang di rumah muncul.

Disituasi seperti itu saya merasakan sedikit-sedikit makna kehidupan dan perjuangan hidup. Merasakan bagaimana jika saya hidup hanya sendiri. Tanpa adanya orang-orang yang dekat yang bisa membantu saya.

Tata Tertib PKL

http://www.fokusbelajar.com

Hari pertama PKL kita yang dilakukan adalah kordinasi dengan bidang SDM. Disana juga kita bertemu dengan temen PKL dari sekolah lainnya. SDM mejelaskan beberapa tata tertib dan peraturan selama ada di lingkungan industri. Diantaranya :

  1. Setiap mitra kerja, kontraktor dan tamu diwajibkan melapor ke satpam sebelum memasuki area perusahan atau pabrik,
  2. Wajib memamai pakaian sopan dan bersepatu selama berada di area perusahaan,
  3. Wajib memakai kartu identitas yang telah ditentukan,
  4. Wajib menjaga tingkah laku yang baik, selama berada di area lingkungan pabrik,
  5. Dilarang merokok disembarang tempat kecuali di area rokok yang telah disediakan (smoking area),
  6. Dilarang tidur saaat kerja,
  7. Dilarang kencing dan meludah di sembarang tempat,
  8. Dilarang makan dan minum di area perusahaan,
  9. Dilarang membawa, mengkonsumsi, dan meminum minuman keras di area pabrik,
  10. Dilarang membawa senjata tajam, tanpa ijin yang telah ditentukan,
  11. Wajib membuang sampah pada tempatnya yang sesuai dengan jenis sampahnya masing-masing,
  12. Wajib menjaga fasilitas dan perlengkapan perusahaa,
  13. Wajib menjaga kerapihan dan kebersihan area pabrik,
  14. Dilarang menggunakan peralatan perusahaan tanpa ijin,
  15. Dilarang meninggalkan area kerja pada jam kerja tanpa ijin.
  16. Memakai alat pelindung diri

Disiang hari kita diantar bertemu dengan pak maman. Beliau merupakan salah satu supervisor bidang operasional dan juga sebagai pembimbing lapangan kami. Disana saya dan dhika ditugaskan untuk mendata excel spesifikasi alat-alat mesin produksi kurang lebih selama 2 minggu.

Teman Baru

Pada minggu kedua kami bertemu teman baru bernama rahman, dia siswa dari SMKN 6 Bandung jurusan listrik. Hari itu juga saya dan dhika dipinda kebagian kalibrasi dan rahman basuk kebagian pendataan spesifikasi alat.

Ditempat kalibarasi, saya belajar bagaimana cara untuk mengkalibrasi, dan melepas pasang alat barometer dari mesin. Kurang lebih 2 minggu kita ditugaskan ditempat tersebut.

Selepas shalat dhuhur, saya, dhika, dan rahman biasa istirahat diteras masjid n makan bersama dikantin. Kita saling bertukar informasi tentang sekolah maupun dikotanya masing-masing.

Rahman sering mengajak kami untuk mengaji dinagrek. Tempat mengajinya dia dan keluarganya. Seminggu sekali kita bertiga naik motor untuk mengaji. Katanya selain jasmani kita yang harus di charger maka ruhiyah juga harus charger.

Rutinitas mengaji seminggu sekali sampai PKL selesaipun tidak pernah bolos.

Penempatan Line Frestea

Satu bulan terakhir barulah kita ditempatkan di line produksi frestea dan rahman di line produksi minute mild pulpy orange. Setiap hari line produksi frestea menghasilkan kurang lebih 2000 botol.

Saya kala itu cukup kaget, karena tempat produksi ini segala sesuatunya dijalankan dengan sistem otomasi dan robotik. Para karyawan operator hanya menjaga mesin dan tinggal menunggu jika ada traubleshoot.

Ada Banyak alat mesin yang ada di line frestea ini seperti cartoon sealer,robo ABB, date coding, sleeve matic, tipping, air dryer, srink tunnel, cooling tunnel, carton erector, preform, filling, filling head detector.

Saat itu saya dan dhika menjadi operator mesin case packer. Mesin ini merupakan mesin untuk memindahkan botol-botol minuman frestea kedalam karton secara robotik.

Suatu ketika terjadi traubleshoot yang disebabkan oleh conveyor yang putus. Saat itu juga kita bergegas untuk menghentikan mesin case packer kami dengan segera menekan tombol emergensi.

Para teknisi mekanik dan listrik langsung bergegas ke conveyor yang putus dan kami juga segera ikut membantu. Saya menarik conveyor yg putus dan dhika memasang conveyor yang baru. Setelah selesai, mesin case packer dijalankan kembali

Pengumpulan Data Laporan

http://www.makeintern.com/

Setelah 2 minggu di line produksi frestea. Kami diberikan waktu selama 2 minggu terakhir untuk pengumpulan data.

Saya dan dhika mengambil judul laporan casepacker. karena mesin casepacker menurut kami mesin yang sangat pintar dan pengoperasionalannya tidak begitu susah.

Sedikit-sedikit data kami kumpulkan mulai dari foto-foto mesin case packer seperti sensor, motor,  spesifikasi alat, cara kerja alat.

Kita juga sering berada diruang kepala operator untuk membaca-baca tutorial alat-alat dan referensi buku lainnya. Tidak jarang pula kami menjelajahi lingkungan industri untuk mengumpulkan data yang kami cari. Tiga hari sebelum PKL selesai data sudah terkumpul dan kami tinggal menyusunya dengan baik

Liburan

 

Beberapa hari sebelum PKL selesai saya dan ketiga temen PKL lain diajak oleh rahman untuk jalan-jalan ke kota bandung.

Kami berempat dari kawasan industri CCAI menaiki monorel yang turun distasiun bandung. Dari stasiun kami berjalan ke masjid agung bandung. Disana saya bertemu dengan temen SMK yang PKL di PT PINDAD dan kamipun akhirnya menjadi ber-7.

Layaknya seperti wisatawan lokal, kami berfoto-foto dihalaman masjid, menaiki menara masjid, mengunjungi museum merdeka, makan bersama  dan masih banyak lainnya . .

Sekian dulu ya guys cerita dari saya. Nantikan cerita-cerita selanjutnya di oddav.

Leave a Comment

%d bloggers like this: