Kumpulan Sajak Pendek, Syair Romantis, Kata Hati Terpopuler

Kumpulan Syair Romantis – Apa kabar teman-teman shabat oddav. Semoga hari-hari anda selalu teriringi kebahagian dan juga dalam keadaan yang sehat.

Khusus buat sahabat oddav, penulis akan memberikan kumpulan contoh dari berbagai coretan sajak, quote, syair, ataupun kata hati. Tulisan ini merupakan hasil karya dari seseorang yang mencurahkan perasaan hatinya. Perasaan rindu, cinta, maaf, menyesal, yang tertuang dapat tulisan berikut ini

Sebelum melihat kumpulan contoh sajak pendek, syair romantir maupun kata hati. Penulis akan menjelaskan beberapa pengertian dari sajak, syair dan kata hari

Pengertian Sajak

Sajak pendek

Apakah kamu tahu arti dari sajak?. Sama gak sih sajak dengan puisi?. Mari bersama-sama kita simak dan belajar.

Pada prinsipnya sajak bisa disebut juga sebagai puisi. Akan tetapi, sajak tidak mempunyai bentuk aturan penulisan seperti puisi.

Dalam arti lain isi kandungan setiap kata yang terdapat dalam sajak tidaklah saling terikat antara satu dengan lainnya. Otomatis ini akan membuat si penulis sajak semakin bebas untuk menuangkan ekspresi, emosi, pemikirannya kedalam tulisan.

Sedangkan menurut istilah sajak tersebut berasal dari bahasa yunani yang mempunyai arti “membuat” atau “pembuatan”.

Secara umum antara sajak dengan puisi itu sama-sama fungsinya, yaitu menyampaikan suatu gambaran, pemikiran atau suasana hari orang.

Macam-macam Sajak

Sajak pendek

Dapat diartikan sajak adalah sebuah persamaan bunyi dalam suatu irama. Hal ini agar memunculkan nilai keindahan. Berdasarkan jenisnya, sajak dibagi menjadi 3 kategori besar, yaitu:

  • Berdasarkan Posisi

Kategori sajak untuk yang berdasarkan posisinya ini terbagi menjadi beberapa tipe lagi yaitu penyesuaian bunyi pada awal suku kata, dan penyesuaian bunyi pada akhir kata

  • Kesesuaian Bunyi Akhir

Berdasarkan kesesuain bunyi yang ada pada akhir suku kata. Maka dapat digolongkan menjadi sajak sempurna, sajak aliterasi, sajak rangkai, sajak asonansi, sajak rangka, dan sajak tidak sempurna

  • Kesesuaian bunyi suku kata

Sedangkan untuk kategori sajak yang terakhir dibagi menjadi 5 golongan kecil yaitu sajak paut atau peluk, sajak silang, sajak putus, sajak rata, dan sajak pasangan

Pengertian Syair

syair romantis

Kalian sudah tahu belum apakah yang dimaksud dengan syair?. Sebagai wawasan, penulis akan menjelaskan tentang syair. Jadi syair merupakan istilah yang berasal dari bahasa arab yaitu syu’ur. Memiliki arti perasaan.

Dalam kamus bahasa indonesia syair dapat dideffinisikan sebagai suatu perasaan yang timbul pada diri seseorang dan diekspresikan dalam suatu karya tulisan.

Sedangkan secara struktur susunan syair terdiri dari beberapa bait. Bait yang ada didalam syair terdiri dari empat bari atau empat larik. Ciri khas dari syair adalah akhiran perbait mempunyai bunyi yang sama.

Kegunaan atau fungsi dari syair adalah sebagai penuangan pemikiran kedalam karya tulis baik kisah, sejarah, nasehat, agama, maupun yang lainnya

Macam-macam Syair

pengertian syair

  • Syair Panji

Merupakan suatu syair tentang kerajaan. Lebih tepatnya adalah syair yang mengkisahkan kondisi istana kerajaan. Orang-orang yang ada didalam istana, baik para selir, raja, dayang, maupun para prajuritnya.

  • Syair Kiasan

Sesuai dengan namanya yaitu kiasan. Sama saja halnya syair ini berisikan sebuah makna yang kias tidak nampak jelas. Bisa juga diartikan sebagai syair yang menceritakan sebuah kisah percintaan atau persahabatan antara ikan, monyet, burung, buah-buahan maupun yang lainnya. Subjek tersebut hanya sebuah bagian dari makna kiasan saja.

  • Syair Agama

Adalah sebuah syair yang isinya adalah sebuah ilmu atu pelajaran mengenai keagamaan seperti ilmu tasawuf atau ilmu yang lainnya. Pada jenis syair agama ini terbagi menjadi  4 kategori yaitu syair risalah nabi, syair ilmu keislaman, syair sufi, dan syair petuah atau nasehat.

  • Syair Romantis

Merupakan sebuah syair yang bercerita ternang kehidupan percintaan. seringnya syair ini ditujukan buat para pemuda. umur remaja merupakan umur-umur dimana kebanyakan para pemuda tersebut sedang kasmaran

  • Syair Sejarah

Merupakan syair yang mencerikatan sejarah-sejarah yang pernah terjadi atau yang pernah dialami dalam kehidupan. Peperangan maupun yang lainnya, seperti perang kerajaan mataram, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Membuat Slime Unik, Murah, Mudah, dan Sederhana

Syair dan Sajak Pedek – Cinta dan romantis

macam-macam sajak

Berjalan berkilo meter,
Ringan saja bagiku
Sebab ratusan kilo meter yang memisahkan kita
Sanggup kutempuh dengan doaku

Awan sore ini kelabu
Tak hangat, tak jua hujan
Semacam ragu-ragu
Ingin jumpa tapi malu datang
Seperti cinta yang diam-diam disembunyikan
Baper
Perasaan aneh saat aku
melihat seseorang dan yang
muncul di kepala adalah kamu

Mengapa aku memilihmu
Sebab aku bertanya padaNya
Dan jawabannya, kamu

Bebasan koyo lintang
Kang sumebar ono tawang
Sliramu kui lintang abang.
Mugo dadi pepadange ati
Kang tansah setyo tumraping janji

Menulis.
Ada yang kadang bertanya padaku
tentang tulisanku, tentang inspirasiku,
dan tentang apa yang aku sampaikan.
Namun, aku sendiri kini tak begitu tahu
apa yang hendak kutuliskan?
Terkadang, ah bukan, seringkali
pikiranku begitu kosong dari sesuatu
hingga aku tak punya bahan untuk menulis.
Hanya satu hal yang rutin kulakukan
dan aku tak perlu bersusah payah tentangnya
yaitu, menuliskan namamu di hatiku

Gantung
Jangan datang
Kau hanya menggantung ku di awang-awang
Meliuk ke sana ke mari tanpa pijakan
Terombang ambing kebimbangan.
Jangan datang
Kau hanya mengaitkan harapan
Tanpa mengajari ku menggapai impian
Hingga aku menjelma arca simpanan.
Jangan datang
Kau hanya menahan ku melaju
Membiarkan ku kembali ke masa lalu
Dan di sini aku Lagi dan lagi

Sang Pemberi.
Kenapa aku mencintaimu?
Duh..
Jangan tanya padaku
Itu urusan Tuhanku

sinar rembulan
di pucuk-pucuk pinus
tersenyum anggun

Seharusnya.
Suami Istri itu saling menyempurnakan
Saling melengkapi
Saling menutupi aib sin
Istri adalah pakaian suami
Suami adalah pakaian istri
Karena itu, bolehkah aku menjadi pakaianmu?

Daun duku yang berserakan
Putik bunga yang berjatuhan
Tak lebih berantakan dari hatiku
Kala kutemui diammu

Ada yang janggal dari sebersit senyummu
Seolah kau gantungkan bulir-bulir air mata
Pada senyum yang terpaksa
Senyum itu tak beriring dengan sorot matamu
Tak sejalan dengan raut wajahmu .
Mungkin aku yang terlampau jeli
Atau sebab semua detil tentangmu aku tahu
Mungkin pula kau yang tak pandai bersandiwara

Syair dan Sajak Pedek – Rindu

sajak dansyair rindu

 

Selamat pergi
Tenanglah di sana
Biar kami mengenangmu dalam puisi
Dan kau, selalu abadi

Mimpi Belaka ,
Butir-butir hujan yang jatuh di juni ini
Lebih deras dari rindu yang perlahan gugur
Melepas dahaga dengan pertemuan yang disengaja
Tak ada yang dapat kulukiskan
Entah dahagaku akan hadirmu
Entah mekarnya bunga saat kau di sisiku
Ataupun hujan yang berjatuhan mengiringi kepergianmu
Semua terasa begitu rumit
Sulit
Dan sakit

Lewat mimpi dan angan di slang hari
Pertemuan yang menawan indah dan penuh kenangan
Tak akan terlupa
Tak ingin dilupa
Namun saat ku terjaga
Yang nyata sungguh berbeda

Rindu bersembunyi di halaman hati
Kedinginan kala hujan
Kehausan saat terik memanggang
Malu-malu ia mengetuk pintu
Lelah dengan dingin dan terik yang tak tentu
Terbukalah ruang
Oh.. ternyata ia tak tahu malu
Beranak pinak membentuk koloni
Menyayat dan meracun hati
Menghiba, meminta, tanpa sadar diri
Memaksa inginkan temu Kamu

Hujan mengganti rintiknya dalam
derap langkah sunyi
Diam-diam jatuh dan membaur
di kebisuan yang seakan abadi
Hanya hati, nurani, dan sepasang
mata yang mengerti
Rindu
Cinta
Luka
Dan segala perasaan yang pernah
dan sedang tercipta
Hanyut dalam anak sungai
yang mengalir di pipi
Berganti satu rupa yang sama
Tawa

Dan tiba-tiba
Setiap detik yang kujalani
Menjelma kamu
Dalam hela napas rindu

Ijinkan aku menjelma debar
dalam detak jantung mu

Rindu itu menjelma detak jantung
yang berdetak lebih kencang dari
lonceng jam dinding di atas pintu.
Bayangan dan kenangan tentang
detik-detik saat aku menghela napas
bersama sepotong jiwa yang saat ini
tak bisa kusentuh.
Menjadi aroma
pengharum yang menajamkan rindu
hingga tulang sum-sum.
Terkadang ia begitu memabukkan,
tak ingin kulepaskan,
penuh candu dan
berjuta harapan

Terbangun
Acapkali dalam gema kesedihan
yang masih menggelayut
Berselimut air mata
Menutup gendang telinga dengan tangis
Se-duka itukah?
Sedalam rindu kah?.
Tergagap mencari jawab

Bertahan dari lapar dan haus,
aku mampu
Bertahan dari rindu?
Mampukah aku?

PERPISAHAN.
Selamat pergi
Hati-hati di jalan
Jika rindu, jangan kembali
Aku sudah tak di sini

Ketika yang menuntut sebuah
perjumpaan telah dituruti
Adakah benih itu akan terus tumbuh?

Hujan yang kunanti tak kunjung datang
la hanya menyapa dalam rintik kecil gerimis
Basah jua hanya sekedarnya
Tak sungguh-sungguh melepas rindu
Mengapa?
Duka.
Senja itu tak selalu jingga
Jangan beranggapan pula
bahwa senja selalu indah
Apa kau lupa
Kadang mendung menggelayut
lebih erat pada
ujung hari Hingga jingga tertutup sepi

Adakah yang salah?
Ataukah karena ini bulan juni?
Rindu,
Ketika yang ada di kepala
hanya kamu, kamu, dan kamu
dan semua orang menjelma kamu

Rindu kesumat di dada
Menggelepar meronta
Menangis
Mengais. J
UMPA!!!.
Jumpa!
Jumpa!
Jumpa!.
Hanya itu yang kuminta
Masihkah kau tak mengerti?!

Sudahlah
Sudahi
Jangan tanya rindu yang tak berkesudahan
Aku tak mau seperti yang sudah sudah
Semakin ingin kusudahi
Sudah jemu aku mengingkari
Karena ia tak menyudahi
Sebab tak pernah ia berhenti.
Sudah berkali, aku berpura menyudahi

Ada musim ketika rindu-rindu berguguran
Jatuh menimpa atap tanpa suara
Melayang terhembus isyu yang tak selalu benar
Habislah sudah daun itu jatuh
Tak bersisa, hanya ada batang layu
Masih kuat menopang diri
Kadang aku ragu, akankah ia bertunas lagi?

Aku melarutkan serbuk-serbuk rindu
pada setangkup air.
Kubasuhkan di wajahku.
Dingin.. meresap,
menyatu bersama desir dalam dada.
Merasuk melalui pori-pori perasaan.
Kubiarkan berdamai sejenak
bersama kecamuk emosi.
Ada duka, curiga, bahagia, amarah, prasangka, tawa, semua lebur.
Hingga aku siap mempersembahkan sujud.

Aku sedikit lupa
Bagaimana serunya bermain kata
Merangkai aksara, menyusun huruf
Merajut diksi, menguntai kalimat
Dalam tantangan sederhana penuh canda
Kadang pantun atau prosa
Bisa haiku pernah akrostik ganda
Lebih sering lagi suka-suka.
Ternyata aku rindu
Bermain diksi bersama mereka

Kota Kecilku,
Semua ini akan kurindukan
Kelak nanti
Ketika aku telah bersamamu .
Cicit burung di pohon duku
Ayam dan kambing yang saling mencari perhatian
Pun sejuk dan dinginnya udara Jalan-jalan yang kemarin kulalui sendirian
Esok akan kurindukan
Hamparan padi yang keemasan
Juga lika liku jalan yang serupa lika liku kehidupan
Entah berapa kali dalam setahun
Aku akan kembali menikmati.
Kelak nanti, ketika aku telah bersamamu

Syair dan Sajak Pedek – Permintaan Maaf

Ramai berbondong
Maaf yang dipinta,
Satu tanya
Masihkah akan diulang,
kesalahan yang sama?

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar yang Dinantikan di Bulan Ramadhan

Syair dan Sajak Pedek – Doa

sajak dansyair rindu

Kepanjangan tangan
dari usaha melepas rindu
saat kusebut namamu
dan belum bisa bertemu

Malam ini sunyi
Dari suaramu
Tapi tak pernah sepi
Dari doa yang kita lantunkan
Demi pertemuan yang kita usahakan

Doa Rutin.
Ya Tuhan kami
Jadikanlah kami
Orang-orang yang
Senantiasa mampu
Mensyukuri nikmatMu
Bersabar Atas ujianMu

Yakinkan pilihanmu sebelum
kau mengetuk palumu sendiri
Sudahkah sesuai dengan kemantapan hati?
Sudahkah kau tanya
pada Sang Pembolak Balik Hati?
Bertanyalah, tentang apa
yang terbaik untukmu, menurutNya

Berubahlah
Menjadi lebih baik
Dari hari kemarin
Dari hari ini .
Jika kau merasa sudah baik
Periksa hati dan pikiranmu
Mungkin setan membangun istana di sana

Aku hanya seorang hamba
Jangan memujiku
Yang layak dipuji, hanyalah Tuhanku

Seandainya aku mampu menahan
Tak berucap keluh
Tak berdzikir kesah
Maka sungguh, sakit itu pelebur dosa

Jiwa-jiwa terbang
Mencari perlindungan
Menuju Tuhan
Air mata terkuras
Membanjiri tubuh-tubuh tak bernapas
Luka dan duka melekat tak hendak lepas
Sampai kapan langit bersih kembali
Tanpa perlu hujan bom dan teror
Tanpa perlu banjir air mata
Kapan lagi damai kembali?

Syair dan Sajak Pedek – Ibu

Tenanglah
Selalu ada seseorang yang cintanya
tak perlu kau ragukan
la akan selalu ada
Untuk memberi dekap hangatnya

Bu..
Ada yang banjir kemarin
Hari ini
Dan aku yakin, esok pun sama
Bukan karena langit menjatukan rindunya
Bukan
Bukan pula karena ada yang menguras air mata
Bukan, Bu
Sungguh bukan itu
Tapi jiwa kami
Hati hati kami, anak-anakmu
Banjir
Banjir akan cintamu
Kasih sayangmu
Dan ketulusanmu

Bang, kata Bapak kalau mau cari pasangan
untuk seumur hidup jangan lihat fisik dan materi
tapi lihat agama dan kesungguhan
Kalau abang tidak sungguh-sungguh mau
hidup berdua dalam suka duka dengan
anaknya Bapak dan tidak bisa menerima
semua kekurangan anak gadis Bapak
lebih baik dipikirkan lagi

Baca Juga: Desain Taman Minimalis Sederhana Tapi Modern

Sajak Pedek – Positif Thinking

Kutanyakan pada diri
Masihkah aku layak
Mendapat segala nikmat
Sedang aku begitu banyak maksiat
Masihkah aku pantas
Mendapat karunia Sedang aku begitu hina Masihkah?
Kudengar jawab samar
“Itu urusanNya, terkadang
tak layak menurutmu
Nyatanya sangat layak menurutNya”

Syair dan Sajak Pedek – Cerita Alam

(Bukan) Perlombaan.
Kokok ayam jantan
masih membaur merdu
dengan embik kambing
Kicau burung masih riang
di antara debu jalanan
Dengkuranmu tak lebih baik
dari cicit tikus di sudut kandang.
Akankah kau selalu kalah?

Angin tak menyapa semilir
Sapuannya lebih kencang dari tarikan kuda pacu
Sangguplah ia menerbangkan tak hanya daun
Yang tegak kini tumbang “Kratakkk… Bam..!!!”
Berdebum lebih keras dari jerit ketakutan
bocah-bocah yang berlarian
Menjauh dari atap-atap seng yang meliuk berkeriut
Berderak melepskan diri dari paku
Ingin ikut Aladdin terbang,
biar jadi permadani, katanya
Sebab ia lelah berpanas terik
Penat pula kedinginan setiap malam
Maka ia memilih ikut sang bayu berkelana

….

Mulut Manis.
Kata-kata lahir
Menjelma pedang
Diasah dengan jeli
Berlumur serbuk rayu
Pandai ia bersilat
Tutur manis menusuk
Lembut meracuni
Diam-diam lawan mati

Syair dan Sajak Pedek – Suara Kehidupan

sajak cinta

Tariklah panjang ususmu
Atas segala hal
Kadang bukan hanya tentang waktu
Tapi juga jatuh bangun di sulitnya titian kehidupan

“Si A begini, begitu, bla bla bla…”
Panas telinga
Relokasi
Mendengar hal sama
Tuli.
“Si B begini, begitu, bla bla bla..,”
Lagi-lagi
Semua sama
Tempat, waktu, jam, pelaku, beda.
“Si Ini begini, si Anu begitu,
Si Ani bla bla bla, Si Ina was wes wos”
Ish…
Tak ada topik lainnya?
Semua salah di matamu
Atau matamu yang telah salah melihat sesuatu?

Kekinian.
Jejak-jejak napas kearifan memudar
Terjebak ilusi zaman “kekinian”
selalu memburu jalan pintas
Melangkahi proses yang ada
Dilematis yang sakau pada satu
nurani yang terbunuh
Menghipnotis mata-mata tanpa pelindung,
terperangkap seribu rupa jeruji

Mari kita lihat kembali dari sisi yang berbeda
Setengah isi atau setengah kosong
Lihat dari sudut yang tak pernah kau jamah
Maka kau akan mengerti

Pekerjaan berat sekalipun
Jika kita bahagia menjalaninya
Semua akan terasa ringan
Terlebih jika diniatkan ibadah
InsyaAllah berpahala dan berkah.Aamiin..

betapa beruntungnya hidupmu.
Bersyukurlah

Gadis kurus bergaun merah jambu itu berjalan perlahan sembari menunduk
Malu
Ada rona merah pada pipinya yang hitam manis.
Lima ekor buaya menatapnya nyalang
Menelanjangi tanpa ampun wajah malu-malu si gadis bergaun merah jambu.
Gadis bergaun merah jambu masih terus berjalan
Melintasi kumpulan buaya lapar yang masih menatap nyalang
Langkah si gadis kian bergegas, melintas
Harimau belang menyejajari langkahnya
Menghalau pandangan buaya dari gadis bergaun merah jamb.
Gadis bergaun merah jambu terus berjalan
Menyangka harimau belang kucing rumahan
Jinak dan tak pandai mencakar
Hingga di ujung jalan harimau belang mengeluarkan belangny.
Gadis bergaun merah jambu tak lagi ada kabar

Tak apa berulang
Sebab menuntut ilmu
perlu keistiqomahan

Contoh Syair Romantis – Buah Hati

Putri jelita melahirkan seorang Ibu
Putri jelita juga melahirkan seorang ayah
Darinya lahir pula dua pasang kakek nenek
Jerit tangisnya tawa bahagia keluarga
“Alhamdulillah..” terucap
dari bibir-bibir kerabat dan sahabat
Doa doa terucap, menembus batas langit
Adzan berkumandang di telinga Sang Putri
Dikumandangkan sang Ayah yang dia lahirkan
Senyum merekah
Wajah sumringah
Semoga yang terlahir salah satu wanita mulia
Yang kelak membahagiakan orang tua
Yang kelak bersama di SurgaNya
Semoga, dan semoga
Bersama ribuan doa
Tentang kebaikan
Aamiin.

 

Baca Juga:

>Contoh Kerajinan Dari Kardus Terlengkap dan Terbaru

>Kerajinan Dari Barang Bekas Terbaru Dengan Nilai Jual Tinggi

>Doa Dan Niat Puasa Ramadhan Lengkap Dengan Syarat Dan Rukun Puasa

 

Leave a Comment